Jum'at, 15 November 2019
Peristiwa - Nasional

Komunitas Perempuan Anti Korupsi Desak Presiden Terbitkan Perpu 

Komunitas Perempuan Anti Korupsi Desak Presiden Terbitkan Perpu  Anggota Perempuan Anti Korupsi Anita Wahid saat memberikan keterangan pers kepada Wartawan di gedung KPK (FOTO: Edi Junaidi ds/TIMES Indonesia)
Selasa, 15 Oktober 2019 - 16:02

TIMESINDONESIA, JAKARTAKomunitas Perempuan Anti Korupsi mendesak Presiden Jokowi, segera menerbitkan Perpu sebagai solusi terhadap nasib Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pasca disahkannya RUU KPK.

Hal itu diungkapkan langsung oleh salah satu Anggota Perempuan Anti Korupsi Anita Wahid, menurutnya, saat ini nasib KPK sudah tidak jelas. Berbagai suara masyarakat yang selama ini melakukan aksi agar presiden segera menerbitkan Perpu sebagai solusi, tidak lagi menemukan kejelasan.

Oleh karena itu, bersama perempuan anti korupsi dia berharap Presiden segera mengambil sikap dan menerbitkan Perpu.

Anita Wahid menegaskan perempuan hari ini turun langsung dalam kegiatan penyelamatan KPK ini. Menurutnya, karena perempuan merupakan korban pertama kali akibat dampak ulah koruptor. 

"Sampai sejauh ini kami belum menerima tangapan apapun. Tentu saja kami apabila sampai sejauh mana dampaknya kami juga tidak tahu yang kami tahu adalah bahwa sebagai perempuan sebagai pihak-pihak yang akan berdampak paling pertama atas maraknya korupsi maka kami perlu menyuarakan kekhawatiran kami," tutur Anita Wahid kepada wartawan di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2019).

Anita mengaku sangat khawatir jika Perpu tersebut tidak keluarkan oleh Presiden. Apalagi saat ini posisi Pimpinan KPK terpilih masih dinilai memiliki track record jelek secara etika oleh masyarakat.

"Kami perlu menyuarakan bagaimana posisi kami di dalam permasalahan pemberantasan korupsi ini. Sehingga kami berulang-ulang kali mengingatkan. Sampai sejauh ini kami belum menerima tangapan apapun tentu saja kami apa bila sampai sejauh mana dampaknya kami juga ngak tau. Lihat saja nanti," tandas Anita Wahid, anggota Komunitas Perempuan Anti Korupsi. (*)

Jurnalis : Edy Junaedi Ds
Editor : Irfan Anshori
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration