Kuliner

Bakso Nangka Muda, Kuliner Sehat Karya Teknisi Poliwangi

Bakso Nangka Muda, Kuliner Sehat Karya Teknisi Poliwangi Dua Teknisi Poliwangi Ciptakan Kuliner Bakso Berbahan Dasar Campuran Nangka Muda. (Foto: Roghib Mabrur/TIMES Indonesia)
Selasa, 15 Oktober 2019 - 12:00

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Kuliner saat ini memang banyak ragam inovasi, baru-baru ini terdapat bakso campuran berbahan nangka muda atau tewel (sebutan orang jawa) buah karya dua teknisi Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata (MBP) Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi). Ide cemerlang ini, ditemukan oleh Sandris Rintania, A.Md dan Evrielia Enggar Cahyani, A.Md, lantaran keresahannya terhadap harga daging sapi yang mahal.

Penelitian kedua teknisi ini merupakan program internal kampus Poliwangi dalam Penelitian Pranata Laboratorium Pendidikan, mereka membuat ide penelitian berjudul "Subtitusi Tewel dalam Olahan Daging Sapi".

Bakso-Nangka-2.jpg

"Kita meneliti olahan daging yang dicampur nangka muda, kita membuat tiga sampel yakni pertama perbandingan 250 gram nangka muda tanpa campuran daging sapi, sampel kedua 250 gram nangka muda dicampur 125 gram daging sapi, dan sampel ketiga 250 gram nangka muda dicampur 250 gram daging sapi, yang paling berhasil dan nikmat sampel ketiga," kata Sandris Ketua Kelompok Penelitian Pranata Laboratorium Pendidikan, Selasa (15/10/2019).

Sandris mengungkapkan selain bahan utama daging sapi dan nangka muda, juga terdapat bumbu-bumbu lain seperti halnya membuat bakso pada umumnya, yakni tepung tapioka, garam dapur, bawang putih, merica, dan pala. Olahan daging sapi yang dicampur nangka muda ini tidak hanya menghasilkan produk Bakso, namun juga mehasilkan produk Rolade.

Bakso-Nangka-3.jpg

"Sebelumnya kita sudah uji coba lima kali membuat Bakso Nangka Muda ini," ungkapnya.

Pembuatan bakso dan rolade sendiri hampir sama yaitu bahan utama daging dan nangka muda digiling menggunakan alat penggiling daging, setelah itu ditambahkan bahan tambahan dan bumbu-bumbu. Setelah adonan jadi, dibentuklah menggunakan sendok untuk menghasilkan bulatan-bulatan bakso yang siap direbus kedalam air mendidih selama kurang lebih 5 - 10 menit. 

Sedangkan untuk membuat rolade perbedaannya pada saat adonan telah siap tidaklah dibentuk menggunakan sendok, melainkan dibentuk lonjong dan dibungkus dengan alumunium foil dan daun pisang, dan juga rolade tidak direbus akan tetapi dikukus. 

Menurut uji laboratorium yang dilakukan Sandris bersama Enggar bahwa kandungan gizi pada nangka muda ini memiliki serat tinggi, sehingga baik untuk pencernaan manusia dan terdapat unsur protein hewani dari daging sapi. Berdasarkan analisis olahan daging sapi yang disubtitusi dengan nangka muda atau tewel hingga 50% tidak memberikan pengaruh besar terhadap kadar air pada olahan bakso dan rolade. 

"Keunikan Bakso nangka muda ini, selain lebih hemat dibiaya karena campuran daging sapi yang sedikit, manfaatnya terdapat protein hewani dan kandungan serat yang tinggi pada tewel ini sangat baik untuk pencernaan kita," kata Sandris.

Bakso-Nangka-4.jpg

Penelitian subtitusi tewel dengan daging sapi ini bertujuan untuk mengetahui kadar air pada olahan daging sapi yang telah disubtitusi dengan nangka muda, selain itu penelitian ini juga untuk mengetahui manfaat nangka muda sebagai bahan pangan nabati yang bisa digunakan untuk bahan subtitusi olahan daging sapi.

Sandris mengaku penelitian yang ia kerjakan ini dapat memberikan referensi bagi mahasiswa dalam praktikum perkuliahan dan masyarakat luas dapat mengolah nangka muda menjadi sajian yang lebih variatif.

"Harapannya bakso tewel Poliwangi ini bisa digunakan untuk praktikum prodi MBP, mungkin bisa dibagikan resep-resepnya dan bisa bermanfaat bagi ibu-ibu rumah tangga dalam membuat bakso berbahan campuran daging sapi dan nangka muda," ucapnya. (*)

Jurnalis : Roghib Mabrur
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Banyuwangi

Komentar

Registration