Jum'at, 15 November 2019
Pendidikan

Mahasiswa ITNY Sukses Angkat Air di dalam Goa Jomblang ke Permukaan

Mahasiswa ITNY Sukses Angkat Air di dalam Goa Jomblang ke Permukaan Tim Gapadri Mapala ITNY ketika melakukan upaya memasang pipa dan pompa dalam proses pengangkatan potensi air dalam Gua Jomblang Ngejring, Desa Gendayakan, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri, Jawa Tengah. (FOTO: ITNY/TIMES Indonesia
Selasa, 15 Oktober 2019 - 00:39

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Mahasiswa Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) kembali menorehkan prestasi luar biasa. Prestasi itu adalah mengangkat potensi air dari perut bumi ke permukaan. Air yang diangkat tepatnya berada di Dasar Goa Jomblang Dusun Ngejring, Desa Gendayakan, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri, Jawa Tengah.

Air yang berhasil diangkat ke permukaan oleh Tim Gapadri Mapala ITNY tersebut langsung dapat dirasakan oleh masyarakat setempat.

“Setelah melalui berbagai upaya dan tahapan akhirnya air dapat kami angkat ke permukaan,” kata Sulaiman Tampubolon, ST, M Eng, dosen Mesin ITNY yang ikut mendampingi tim eksepedisi dalam siaran pers Humas ITNY kepada TIMES Indonesia, Senin (14/10/2019).

Sulaiman menceritakan, kegiatan mengangkat air yang ada di dalam goa ke permukaan merupakan hasil kerjasama antara Tim ITNY bersama dengan Kelompok Masyarakat Desa Gendayakan (Pokmas Suka Tirta), dan Tim Tanggap Darurat PADASUKA (TDP). Hal itu dilakukan setelah tim melakukan berbagai tahapan yang amat sulit dan rumit. Hingga akhirnya pada Senin (7/10/2019) potensi air tersebut berhasil diangkat ke permukaan.

Pengangkatan air goa ke permuaan berawal dari laporan kelompok masyarakat kepada TDP yang sedang melakukan aksi sosial untuk bencana kekeringaan di wilayah Kecamatan Paranggupito beberapa waktu lalu. Warga menceritakan, adanya luweng atau gua vertikal yang dimungkinkan menyimpan kandungan air bersih.

Dari informasi tersebut, Ketua Tim TDP, Kiai Mohammad Wiyanto (Gus Yayan) menggandeng tim Gapadri Mapala ITNY untuk melakukan ekspedisi dan memastikan air dalam goa tersebut. Setelah dilakukan survei hingga dua kali, tim teknis dan tim ahli ITNY akhirnya menyatakan memang ada kandungan air tawar yang dapat dieksplorasi untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Kemudian, pada Jumat (4/10/2019) tim Gapadri Mapala ITNY didampingi oleh PADASUKA dan Pokmas Suka Tirta mulai melakukan tugas lanjutnya. Yakni, menaikkan air dari dalam perut bumi dengan menggunakan peralatan modern.

Sejumlah persiapan dan teknis dipersiapkan seperti pemasangan lintasan untuk menuruni lokasi gua sedalam 180 meter, pemasangan mesin pompa, pipa, dan lain sebagainya. Selanjutnya, pada Sabtu (5/10/2019) tim berhasil memasang mesin pompa di salah satu bagian bawah dinding gua.

Pemasangan dilakukan oleh Malolo cs dengan dipandu langsung oleh Dosen Mesin ITNY, Sulaiman Tampubolon dan dibarengi dengan pemasangan pipa tahap awal. Keesokan harinya, menyusul dilakukan pekerjaan teknis lanjutan secara maraton sampai siang hari.

Edisi-Selasa-15-Oktober-2019-hal-6.jpg

Pada, Minggu (6/10/2019) sejak pukul 15.00 WIB, secara bertahap tim kembali turun ke dalam lorong gua. Dalam kesempatan ini, tidak hanya Sulaiman dan tim lain yang turun ke goa. Namun, Ketua TDP Gus Yayan dan Korlap tim TDP Gus Rori turut serta ke dalam perut bumi yang curam ini.

Pada momentum inilah menjadi bagian dari detik-detik yang mendebarkan bagi masyarakat dan juga tim teknis. Sebab, pekerjaan tersebut menjadi penentuan berhasil atau tidaknya air di kedalaman sekitar 180 meter itu dapat diangkat ke permukaan gua dengan teknis yang dirancang oleh Sulaiman dan tim.

Tim ini berusaha ekstra keras di dalam goa. Mereka berbagi tugas seperti melakukan penyambungan kabel untuk aliran listrik agar mesin pompa dapat hidup. Sisanya, ada tim yang melanjutkan pemasangan pipa, dan lain sebagainya. Setelah melalui berbagai usaha, air berhasil dinaikkan ke atas permukaan gua melalui saluran pipa.

“Beberapa saat setelah kumandang azan subuh, dari mulut pipa keluarlah air yang ditunggu-tunggu. Alhamdulillah, upaya kami berhasil,” terang Sulaiman.

Setelah air berhasil diangkat ke permukaan, tim langsung menggunakan air tersebut untuk berwudhu dan dilanjutkan salat subuh berjamaah dengan imam yaitu Muhammad Ali Rahman dari tim PADASUKA.

“Setelah berhasil diangkat, warga berdatangan, warga penasaran dengan air yang berhasil diangkat ke permukaan oleh tim ITNY dan tim lain,” jelas Sulaiman.

Disaat yang bersamaan, tim mahasiswa ITNY lain yang masih menyelesaikan tugasnya di dalam Goa Jomblang keluar dari dalam goa. Pekerjaan tim pun rampung hingga pukul 09.00 WIB. (*)

Jurnalis : Dwijo Suyono
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Yogyakarta

Komentar

Registration