Peristiwa - Daerah

Gusdurian Peduli Bantu Korban Tragedi Wamena

Gusdurian Peduli Bantu Korban Tragedi Wamena Gusdurian Peduli menyerahkan santunan kepada keluarga Bambang Triono, di desa Tempeh Kidul, Lumajang, Jawa Timur Senin (14/10/2019). (FOTO: Istimewa)
Senin, 14 Oktober 2019 - 23:44

TIMESINDONESIA, LUMAJANGGusdurian Peduli sebagai lembaga filantropi yang dibentuk oleh Jaringan Gusdurian Indonesia memiliki perhatian khusus terhadap tragedi yang terjadi di Wamena pada (23/9/2019) silam.

Salah satu bentuknya, Gusdurian Peduli pada Senin (14/10/2019) menyerahkan santunan kepada keluarga Bambang Triono, salah satu korban meninggal dunia akibat kerusuhan tersebut, di rumah duka, di desa Tempeh Kidul, Lumajang, Jawa Timur.

Menurut keterangan yang dihimpun dari berbagai sumber, Bambang Triono, pria kelahiran Klakah, Lumajang ini,  meninggal dunia karena terkena serangan panah dan dibakar beserta tempat tinggalnya. Jenazahnya pun dikebumikan di Wamena oleh Kiai Marzuki, imam besar Masjid Agung Wamena. Almarhum meninggalkan satu orang istri, Rikha Muji Astutik (41 th), dan tiga orang anak; Akbar Baizur Rizal (18 th), Muhammad Dwi Ramadhan (13 th), dan Essa Adella Putri (10 th).

Bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 10.000.000 (Sepuluh Juta Rupiah) tersebut diserahkan langsung oleh Koordinator Nasional Gusdurian Peduli, A'ak Abdullah Al-Kudus kepada istri almarhum Bambang Triono yang disaksikan oleh Ketua RT setempat, Sugio Pamungkas, didampingi oleh keluarga almarhum Bambang Triono.

Menurut Gus A'ak, sapaan akrab A'ak Abdullah Al-Kudus ini, sebagai lembaga yang lahir untuk melanjutkan nilai-nilai perjuangan Gus Dur, Gusdurian Peduli merasa terpanggil untuk membantu korban tragedi Wamena ini. Apalagi Gus Dur semasa hidupnya memang memiliki perhatian khusus terhadap masyarakat Papua. Sehingga menjadi wajar jika Gus Dur pun memiliki tempat yang khusus di hati masyarakat Papua.

"Dalam waktu dekat kami juga akan terjun ke Wamena untuk memberikan bantuan kepada korban yang ada di sana. Karena korbannya bukan hanya pendatang, tapi juga orang asli Papua," kata Gus A'ak.

Gusdurian Peduli dalam bekerja untuk kemanusiaan tidak membedakan suku, agama, ras dan golongan. Karena pesan Gus Dur kepada para santrinya: "Tidak penting apapun agama atau sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak akan bertanya apa agamamu".

Maka dari itulah Gusdurian Peduli menggunakan tagline "Kemanusiaan Untuk Semua". (*)

Jurnalis :
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur

Komentar

Registration