Politik

Erick Thohir Digadang Calon Menteri BUMN, Begini Tanggapan Pengamat

Erick Thohir Digadang Calon Menteri BUMN, Begini Tanggapan Pengamat Erick Thohir Digadang menjadi Calon Menteri BUMN. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)
Senin, 14 Oktober 2019 - 18:11

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Disebutnya nama Erick Thohir, pengusaha yang juga mantan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-KH Ma'ruf Amin, sebagai calon Menteri BUMN mendapat tanggapan beragam. Terlebih, karena dari awal Erick Thohir sudah menegaskan tak tertarik masuk kabinet. Maka, jika kemudian Erick jadi menteri, publik akan mempertanyakannya. 

Direktur Eksekutif Riset Indonesia yang juga analis pada Exposit Strategic, Toto Sugiarto mengatakan, mengenai sosok yang akan masuk kabinet, memang merupakan domain dan hak prerogatif presiden. 

Namun jika Erik Thohir sudah menegaskan tidak akan masuk kabinet, lalu masuk, ini akan jadi bahan kritikan. "Nah, apakah dia akan menjilat ludah sendiri. Kita akan lihat seberapa besar kata-katanya bisa dipegang," kata Toto, Jakarta, Senin (14/10/2019).

Seperti diketahui, saat masih aktif menjadi ketua tim sukses Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Erick Thohir, pernah menyatakan, jika Jokowi terpilih, ia tak tertarik masuk kabinet. Erick menegaskan, setelah mengantar Jokowi menang dalam Pilpres, ia akan kembali jadi pengusaha.

Pengamat politik anggaran dari Indonesia Budget Center (IBC), Arif Nuralam juga sependapat. Menurutnya, ketika Erick Thohir sudah menegaskan tak akan masuk kabinet, maka ketika dia justru jadi menteri, integritas akan dipertanyakan. Orang akan menilai, omongannya tak bisa dipegang. 

Di tambah lagi potensi konflik kepentingan jika Erick jadi Menteri BUMN. "Saya pikir Jokowi harus lebih hati-hati dan tegas dalam penempatan posisi menteri harus jauh dari konflik kepentingan," ucap Arif.

Menurut Arif, periode kedua Jokowi, adalah periode pembuktian janji-janji politiknya. Maka jika Jokowi tersandera oleh politik balas budi, boleh jadi tekad Jokowi untuk meninggalkan legacy sebagai pemimpin yang berhasil dalam kinerjanya, akan sulit terwujud. 

Disebutkan, Kementerian BUMN adalah salah satu kementerian yang akan jadi bahan penilaian utama berhasil tidaknya Jokowi di periode keduanya. "Kalau ada konflik kepentingan bukan berdampak pada kinerja buruk, melainkan rawan terjadi KKN," imbuhnya.

Politik balas budi, lanjut Arif memang tak bisa terhindarkan dalam politik. Tapi, hendaknya untuk kementerian yang sangat strategis, Jokowi harus berani menempatkan orang yang tak punya conflict of interest. Kementerian BUMN adalah kementerian strategis. Karena ada ribuan triliun aset negara yang dikelola. 

Selain, itu memang banyak berhubungan dengan hajat hidup orang banyak. Sosok yang bebas dari konflik kepentingan, punya integritas, profesional, dan kapabel di bidangnya yang harus mengisi posisi Menteri BUMN.

"Karena posisi Menteri BUMN itu adalah kementerian yang dianggap basah. Karena itu sebisa mungkin yang mengisinya, orang yang tak membuat BUMN jadi sapi perah. Jadi bancakan kelompoknya. Jokowi harus berani melakukan itu," tandas Arif. (*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration