Gaya Hidup

Dhimas Anugrah Apresiasi Film "Bebas"

Dhimas Anugrah Apresiasi Film Pemerhati sosial GO Indonesia, Dhimas Anugrah. (Foto : Istimewa)
Jum'at, 11 Oktober 2019 - 07:34

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Film teranyar Riri Reza, Bebas, mendapat sambutan luar biasa dari kalangan masyarakat, tak terkecuali pemerhati sosial. Dhimas Anugrah, pemerhati sosial dari Generasi Optimis (GO) Indonesia mengapresiasi film tentang persahabatan yang diadaptasi dari Korea Selatan berjudul Sunny tersebut.

"Riri Reza dan Mira Lesmana kembali memukau pecinta film tanah air dengan karyatama mereka yang luar biasa. Bung Riri dan Mbak Mira menyuguhkan film berkualitas bagi masyarakat Indonesia," kata Dhimas di Blok M, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Ia mengakui sekalipun film "Bebas" merupakan adaptasi dari film Korea (Sunny, 2011) dan ada perbedaan dalam versi Indonesianya, film bioskop pertama yang mengambil latar di dalam MRT itu sanggup menghibur dan memberi nilai penting tentang persahabatan bagi penonton. 

"Filmya menghibur, ada value tentang persahabatan yang disuguhkan. Para pemainnya juga bagus. Sutradara berhasil mengajak penonton bernostalgia era 90-an. Saya sendiri masih sekolah pada masa itu," puji Dhimas.

Pemerhati yang studi Oxford, Inggris itu mengatakan, jika perbedaan versi Sunny dengan Bebas ada di latar waktu, kalau Sunny sekitar tahun 1987 ya, kalau Bebas tahun 1995-1996. Lalu komposisi para pemain utamanya, kalau di Sunny satu geng ada enam perempuan, kalau versi Bebas, ada lima perempuan dan satu laki-laki."

Seperti diketahui, film yang berlatar Jakarta tahun 90-an itu hak siarnya dimiliki oleh CJ Entertainment. CJ menawarkan hak membuat film (remaking) kepada Mira Lesmana (Miles) setelah studio film asal Korea Selatan itu terkesima menonton film AADC dan AADC 2 karya Riri Reza yang diproduseri Miles.

Dhimas juga memuji kerja keras tim produksi Miles yang serius menggarap film Bebas yang cermat berburu tempat-tempat di Jakarta yang masih mempertahankan gaya 1990an.

“Saya lihat mereka serius hunting lokasinya, seperti di Blok M, Melawai, ada sudut-sudut menarik, lalu kawasan Kota Tua, juga rumah-rumah era tahun 90-an. Bahkan ada scene di MRT juga,” imbuhnya.

Film "Bebas" sendiri berkisah tentang persahabatan Vina Panduwinata, Krisdayanti, Jessica, Gina, Suci, dan Jojo. Persabatan mereka diwarnai berbagi peristiwa menarik. Sayangnya, beberapa waktu setelah itu ada kejadian yang membuat mereka harus terpisah. 

Dua puluh tiga tahun kemudian, Vina Panduwinata tanpa sengaja bertemu dengan Krisdayanti yang sedang mengidap penyakit serius yang membuat hidupnya divonis tidak akan lama. 

Di situlah Krisdayanti memohon kepada Vina mengumpulkan kembali genk masa sekolah mereka. Vina harus menemukan sahabat lama mereka, Jessica (Indy Barens), Jojo (Baim Wong), Gina (Widi Mulia) dan Suci. Film ini makin menarik ketika Vina berusaha menyusuri kisah lamanya. 

"Riri Riza hebat. Apresiasi juga saya berikan kepada Mira Lesmana, Gina S. Noer dan Kang Hyong-Chul yang bertindak sebagai penulis naskah. Saya pikir film ini layak ditonton," kata Dhimas.

"Film Joker memang sedang hits, tapi film Bebas juga tak kalah keren. Film Bebas mengundang tawa bagi yang nonton. Mengajak kita bernostalgia, terutama kita yang tahun 1995-1996 ada di bangku SMP or SMA. Salah satu pesan film ini: Persahabatan sejati takkan lekang oleh waktu," pungkas Dhimas Anugrah yang namanya masuk bursa calon Wali Kota Surabaya itu.(*)

Jurnalis : Lely Yuana
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Surabaya

Komentar

Registration