Politik

Kiai Said Aqil Siroj: NU Bersahabat dengan PDI Perjuangan

Kiai Said Aqil Siroj: NU Bersahabat dengan PDI Perjuangan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. (FOTO PDI Psrjuangan for TIMES Indonesia)
Rabu, 09 Oktober 2019 - 20:38

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan, NU sangat bersahabat dengan PDI Perjuangan yang berakar dari Proklamator Kemerdekaan RI, Bung Karno.

Menurut Kiai Said, sapaan akrabnya, NU dan kaum nasionalis sudah bergandengan tangan sejak Indonesia berdiri dan merdeka.

"Antara NU dengan PDIP yang nasionalis sangat-sangat bersahabat. Jika seandainya tidak bergandengan santri dan nasionalis, belum tentu merdeka Indonesia," ujar Kiai Said dalam keterangan tertulis, Rabu (9/10/2019).

Dia bercerita, dahulu Bung Karno kerap meminta masukan dari para kiai NU. Salah satunya adalah KH Wahab Chasbullah yang ditemui Bung Karno pada 1948. 

Saat itu, kondisi negara sedang berada di ambang perpecahan. Dari keduanya, lahirlah istilah halal bihalal yang hingga saat ini dipakai masyarakat Indonesia.

"Saat itu terminologi halal bihalal muncul dari Kiai Wahab untuk menjawab permintaan Bung Karno untuk adanya silaturahmi antartokoh," ucap Kiai Said.

Kiai Said menegaskan, NU menolak NKRI bersyariah. Diceritakannya kisah saat KH Wahid Hasyim ber-istikharah dan setuju dihapusnya tujuh kata dari Piagam Jakarta. Dengan sebuah visi bahwa lebih penting memastikan Indonesia yang kuat terlebih dahulu.

Menurut Kiai Said, yang sangat penting adalah justru NU dan Nasionalis yang memang sudah ada sejak NKRI berdiri.

"Jadi persahabatan NU dengan kaum Nasionalis sangat penting harus kita jaga. Kalau tidak nanti kita seperti Timur Tengah," tegas KH Said Aqil Siroj. (*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration