Ekonomi

Produk Gula PT RMI Blitar Sudah Kantongi Sertifikat Kelayakan Mutu

Produk Gula PT RMI Blitar Sudah Kantongi Sertifikat Kelayakan Mutu Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman saat mencicipi gula PT RMI dalam kunjunganya, Rabu (9/10/2019). (Foto: Sholeh/ TIMES Indonesia)
Rabu, 09 Oktober 2019 - 20:27

TIMESINDONESIA, BLITAR – Direktur Utama PT Rejoso Manis Indo (PT RMI) Blitar Syukur Iwantoro, menyatakan bahwa gula produksi PT RMI telah mengantongi beberapa sertifikat standar kelayakan mutu sehingga sudah bisa dipasarkan secara komersial.

"Produk kita sudah di audit SNI oleh balai besar pengujian mutu kementerian perindustrian, Alhamdulillah kita lolos dan juga sudah diaudit oleh MUI mengenai persyaratan halal dan sudah lolos juga," terangnya usai menerima kunjungan Menteri Pertanian RI ke Pabrik Gula PT RMI, Rabu (9/10/2019).

Dikatakan Syukur, pada tanggal 22 Agustus 2019 sampai 9 September 2019 PT RMI melakukan uji mesin individual, tahap itu berjalan baik. kemudian langsung masuk pada tahap comisioning yaitu uji coba pabrik mulai tanggal 10 September-30 September 2019.

"Dari sertifikat-sertifikat yang kita dapatkan itu artinya produksi gula RMI hasil comisioning itu bisa dijual secara komersial karena sudah memenuhi standar mutu," tambahnya.

Pada comisioning tersebut, Syukur mengatakan, PT RMI telah memproduksi 5.151 ton gula dengan jumlah tebu yang masuk 63755 ton. Sedangkan luas lahan tebu rakyat yang tersedia 1068 hektare.

"Pada 2020 kami merencanakan memproduksi 142.500 ton sehari dengan jumlah tebu masuk 1500 ton," urainya.

Syukur mengemukakan, Blitar pada zaman dahulu adalah sentra tebu. Secara historis budaya, petani Blitar adalah petani tebu.

Namun sejak Indonesia merdeka, pabrik gula di Blitar tutup. Alibatnya, tebu petani Blitar dijual ke luar daerah seperti Malang dan Kediri. "Dampaknya dua karena dijual jauh ke luar biaya transportasi tinggi kedua karena diluar wilayah kerja sehingga antrian di belakang," tutup Direktur Utama PT PT RMI Blitar ini.(*)

Jurnalis : Muhammad Sholeh
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Blitar

Komentar

Registration