Pemerintahan

Hadiah Lomba Batik Pemkab Malang untuk Tutupi Biaya Konsumsi Keamanan

Hadiah Lomba Batik Pemkab Malang untuk Tutupi Biaya Konsumsi Keamanan Ketua Panitia Hari Jadi ke 1258 Kabupaten Malang, Nurcahyo. (foto: Dokumen TIMES Indonesia)
Selasa, 08 Oktober 2019 - 15:32

TIMESINDONESIA, MALANG – Ketua Panitia Hari Jadi ke 1258 Kabupaten Malang, Nurcahyo, ikut angkat komentar terkait permasalahan hadiah Lomba Batik Pemkab Malang yang dikeluhkan oleh para perajin batik yang menjuarai lomba itu.

Nurcahyo membantah pernyataan Sekda Kabupaten Malang, Ir Didik Budi Muljono MT bahwa hadiah lomba batik digunakan terlebih dahulu untuk menutupi biaya keamanan. Melainkan, digunakan untuk keperluan konsumsi. "Keperluan konsumsi itu sangat banyak. Salah satunya konsumsi untuk Keamanan," kata Nurcahyo kepada TIMES Indonesia, Selasa, (8/10/2019).

Pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan ini melanjutkan, biaya konsumsi tidak dianggarkan. Mengingat jumlah konsumsi sangat besar.

"Tidak hanya keamanan, panitia penyelenggara, sarpras dan semua yang terlibat pada lomba Hari Jadi Kabupaten Malang membutuhkan konsumsi. Sedangkan anggarannya terbatas," kata Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang ini.

Menurutnya, dana dari Bank Jatim sebesar Rp 125 juta tidak hanya digunakan untuk hadiah lomba batik. Melainkan digunakan untuk seluruh keperluan Hari Jadi ke 1257 Kabupaten Malang.

"Untuk anggaran hadiah lomba batik hanya Rp 27,5 juta. Selebihnya anggaran tersebut digunakan untuk keperluan lainnya saat Hari Jadi ke 1257 Kabupaten Malang," terangnya.

Nurcahyo mengatakan, banyaknya pembiayaan, maka pemberian hadiah lomba batik baru diserahkan tahun 2019 ini. Padahal lomba sudah digelar pada tahun 2018 atau 1 tahun silam.

"Yang mengatur hadiah lomba untuk diberikan tahun ini ya Pak Sekda. Sebenarnya kalau anggaran dari Bank Jatim itu kalau tidak cukup ya tidak ada hadiahnya," bebernya gamblang.

Namun, dia memastikan penggunaan anggaran untuk Hari jadi Kabupaten Malang sudah sesuai dengan aturan. Dan hadiah lomba batik sudah diserahkan kepada para perajin.

Seperti diberitakan TIMES Indonesia sebelumnya, Malang Corruption Watch (MCW) menduga ada unsur korupsi pada penyelenggaraan Lomba Batik Pemkab Malang, lantaran ada penyimpangan anggaran. (*)

Jurnalis : Binar Gumilang
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Registration