Peristiwa - Daerah

Tiga Perahu Baja Ditemukan di Dasar Bengawan Solo, Diduga Sisa Masa Kolonial

Tiga Perahu Baja Ditemukan di Dasar Bengawan Solo, Diduga Sisa Masa Kolonial Petugas dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan melihat lokasi penemuan perahu di dasar Bengawan Solo, Selasa (8/10/2019). (FOTO: Istimewa)
Selasa, 08 Oktober 2019 - 13:40

TIMESINDONESIA, LAMONGAN – Tiga unit perahu berbahan baja ditemukan Warga Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan di dasar sungai Bengawan Solo.

Keberadaan perahu-perahu yang tenggelam di dasar sungai tersebut pertama kali diketahui oleh Mohammad Amam, warga setempat.

"Saat itu saya sedang berada di pinggir sungai, saya kaget karena ada benda yang terlihat dari permukaan air," kata Amam, Selasa (8/10/2019).

Karena penasaran, Amam pun kemudian berenang mendekati benda tersebut karena memang debit air Bengawan Solo sedang surut.

"Saat menyelam dan saya raba-raba, setidaknya terdapat 3 perahu yang jaraknya berdekatan," ujarnya.

Amam menjelaskan, dari hasil rabaannya saat menyelam, diketahui kalau perahu tersebut berukuran dengan panjang antara 4-5 meter dan lebar sekitar 1,5 meter hingga 2 meter.

"Kalau bentuknya seperti setrika, yaitu depan lancip sementara di bagian buritan tumpul, sepertinya terbuat dari baja," ucapnya.

Amam pun kemudian memberitahukan temuannya itu ke warga lainnya. Namun Ia mengaku tidak tahu secara pati perahu-perahu tersebut berasal dari mana.

"Setelah ditemukan, warga sudah mencoba mengangkat perahu tersebut tapi tidak berhasil, karena selain bahannya dari baja yang relatif berat, juga karena sebagian besar badan perahu masih tertutup lumpur," tutur Amam.

Kabar penemuan perahu di dasar Bengawan Solo tersebut telah sampai ke telinga pemerhati budaya Lamongan, Supriyo.

"Dari cerita warga sekitar, di lokasi penemuan perahu baja ini pernah terjadi pertempuran ketika masa kolonial, tentara Belanda menembaki perahu di sungai Bengawan Solo agar tidak dipakai oleh Jepang. Ini adalah cerita dari warga, tapi memang bukti sejarahnya belum didapatkan," kata Supriyo.
 
Untuk itu, Priyo meminta agar pihak-pihak terkait mengangkat perahu dari Bengawan Solo, agar bisa diketahui lebih jauh nilai-nilai sejarah yang terkandung pada perahu yang ditemukan di dasar sungai Bengawan Solo oleh warga Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan tersebut. "Tapi yang lebih penting setelah berhasil diangkat adalah perawatan dan pengamanan perahu baja tersebut," ucap Priyo. (*)

Jurnalis : MFA Rohmatillah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Lamongan

Komentar

Registration