Peristiwa - Internasional

Indonesia dan Australia Gali Peluang Kolaborasi Bisnis Baru dalam IA-CEPA

Indonesia dan Australia Gali Peluang Kolaborasi Bisnis Baru dalam IA-CEPA Gubernur New South Wales, Margaret Beazley memberikan sambutan di acara Indonesia-Australia Business Summit (IABS) 2019 (Foto: istimewa)
Jum'at, 20 September 2019 - 10:52

TIMESINDONESIA, AUSTRALIA – Kesepakatan Kemitraan Komprehensif Ekonomi Indonesia dan Australia atau dikenal dengan Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership (IA-CEPA) memang belum berlaku efektif. Namun langkah-langkah antisipasi tindak lanjut, termasuk upaya menggali peluang-peluang kolaborasi bisnis dan kemitraan baru, sudah diinisiasi.

Ditandatangani pada Maret 2019 lalu, IA-CEPA saat ini masih dalam proses ratifikasi oleh DPR RI dan Parlemen Australia sebelum berlaku secara efektif. Tetapi, tidak harus menunggu hingga proses ratifikasi tersebut rampung, langkah cepat pun telah diambil oleh Kedutaan Besar RI di Australia.

Bekerja sama dengan seluruh Perwakilan RI di Australia, Kedubes RI termasuk KJRI Sydney, menggelar acara Indonesia-Australia Business Summit (IABS) 2019 dalam rangka antisipasi tindak lanjut IA-CEPA itu. Sehari sebelumnya digelar pertemuan pendahuluan IABS 2019 dalam format Jamuan Makan Malam atau pre-Summit Dinner yang dihadiri lebih dari 100 orang delegasi Indonesia dan Australia. 

Berlangsung di Hotel Intercontinental Sydney, Australia tanggal 19 September 2019, IABS 2019 yang mengangkat tema 'IA-CEPA: Capitalising Partnership, Gaining Mutual Benefits' dihadiri lebih dari 200 orang delegasi Indonesia dan Australia.

TIMES-Indonesia-IACEPA-Australia-2.jpg

Dibuka bersama oleh Duta Besar RI untuk Australia, Kristiarto Legowo dan Gubernur New South Wales, Margaret Beazley, di acara tersebut disampaikan pidato kunci oleh Kepala BKPM RI, Thomas Lembong melalui pesan video, juga oleh pejabat senior dari Kementerian Ristek Dikti RI.Turut hadir juga Konsul Jenderal RI Sydney, Heru Hartanto Subolo, dan para Kepala Perwakilan RI se-Australia.

Dubes Kristiarto Legowo dalam sambutan pembukaannya menggarisbawahi arti penting kemitraan Indonesia dan Australia terutama pada saat ini dengan adanya capaian-capaian penting dalam hubungan bilateral kedua negara.

"Terkait hubungan ekonomi, penandatanganan IA-CEPA akan menjadi fondasi era baru kerja sama ekonomi yang semakin erat dan saling menguntungkan. Hal ini mengingat perjanjian tersebut tidak saja mencakup perdagangan dan investasi, namun mencakup juga peningkatan kapasitas melalui pendidikan dan pelatihan serta peningkatan kontak antar kedua masyarakat," ujarnya.

TIMES-Indonesia-IACEPA-Australia-3.jpg

Sementara itu, Gubernur NSW menyampaikan bahwa sebagai tetangga dekat, Indonesia merupakan mitra dan sahabat penting Australia. "Kemitraan kedua negara sudah ada sejak abad ke-17 saat para pelaut Makassar melakukan hubungan dagang dengan orang Aborigin di Australia bagian utara," paparnya.

Temu bisnis IABS 2019 sendiri menghadirkan para panelis Indonesia dan Australia yang merupakan pakar otomotif, pendidikan dan pelatihan vokasi, dan infrastruktur di pembangunan industri pariwisata dan Kawasan ekonomi khusus. Selain temu bisnis, dilakukan juga pameran mini produk Indonesia yang saat ini sudah masuk pasar Australia, juga presentasi potensi bisnis dan investasi oleh sejumlah daerah di Indonesia. (*)

Jurnalis : Ferry Agusta Satrio
Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Dhian Mega
Sumber : TIMES Australia

Komentar

Registration