Ekonomi

Pengelola Pasar Kuliner Jolontoro Larang Pedagang Gunakan Kantong Plastik

Pengelola Pasar Kuliner Jolontoro Larang Pedagang Gunakan Kantong Plastik Bupati Bantul Drs Suharsono ketika berkunjung ke Pasar Kuliner Jolontoro Dusun Karang Kulon Desa Wukirsari Kecamatan Imogiri, Bantul. (FOTO: Totok Hidayat/TIMES Indonesia)
Minggu, 22 September 2019 - 22:12

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul terus melakukan kampanye larangan penggunaan kantong plastik. Salah satu yang menerapkan larangan penggunaan kantong plastik adalah Pasar Kuliner Jolontoro Dusun Karang Kulon Desa Wukirsari Kecamatan Imogiri, Bantul.

Di tempat ini tidak akan menemukan plastik ketika membeli makanan dan minuman yang dijual para pedagang. Sebab pengelola pasar yang beroperasi sejak sebulan lalu ini melarang pedagang maupun pembeli menggunakan plastik dalam bertransaksi. Sebagai gantinya pedagang menggunakan bambu sebagai pengganti gelas dan daun pisang sebagai pengganti piring.

“Sedangkan untuk pengganti tas plastik pengelola sengaja menyediakan keranjang bambu bagi pembeli,” kata Sonhaji, pengelola Pasar Kuliner Jolontoro, Minggu (22/9/2019).

Sonhaji menerangkan larangan penggunaan plastik di Pasar Kuliner ini berawal dari keprihatinan terhadap banyaknya sampah yang mencemari Sungai Bengkung. Warga setempat ingin sepanjang bantaran sungai terlihat bersih. Maka, pedagang pun membuat Pasar Kuliner Jolontoro di atas lahan seluas 2.000 meter persegi.

“Setiap Minggu Kliwon ada sebanyak 40 pedagang yang menjual beragam jajanan tradisional, mulai pagi hingga tengah hari. Warga ingin membangun kesadaran bersama menjaga kebersihan di lingkungan sekitar,” jelas Sonhaji.

Bupati Bantul Drs Suharsono mengapresiasi kepada pengelola yang berupaya membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar bantaran sungai. Apresiasi juga disampaikan kepada para pedagang Pasar Kuliner Jolontoro yang ingin menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak menggunakan kantong plastik.

Suharsono berpesan kepada para pedagang untuk memperhatikan makanan dan minuman yang dijual higenis. Sehingga, Pasar Kuliner Jolontoro ini menarik masyarakat dan wisatawan untuk berkunjung ke pasar tersebut. “Kebersihan selalu menjadi perhatian utama setiap pembeli,” terang Suharsono.

Camat Imogiri, Sri Kayatun mengatakan, gagasan masyarakat yang menciptakan Pasar Kuliner Jolontoro patut diapresiasi semua pihak. Ia meminta, pengelola Pasar Kuliner Jolontoro perlu berdiskusi bersama dengan pengelola Pasar Kuliner Sor Jati terkait jam buka. Jangan sampai memunculkan persaingan tidak sehat antar pedagang dua pasar tersebut.

“Jika Pasar Kuliner Jolontoro buka Minggu Kliwon maka Pasar Kuliner Sor Jati buka setiap Minggu Legi. Begitu pula larangan penggunaan kantong plastik oleh pengelola Pasar Kuliner Jolontoro pengelola kepada para pedagang perlu ditiru oleh pengelola pasar lain,” kata Sri Kayatun. (*)

Jurnalis : Totok Hidayat (MG-199)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani
Sumber : Radio Persatuan Bantul

Komentar

Registration