Peristiwa - Daerah

Akibat Kebakaran, Jalur Pendakian Gunung Semeru Ditutup Sementara

Akibat Kebakaran, Jalur Pendakian Gunung Semeru Ditutup Sementara Ilustrasi - Jalur Pendakian Gunung Semeru (FOTO: Dokumen TIMES Indonesia)
Minggu, 22 September 2019 - 20:29

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGOKebakaran hebat terjadi di jalur menuju Gunung Semeru. Hingga saat ini, petugas masih berusaha memadamkan api. Jalur pendakian menuju puncak tertinggi di tanah Jawa itu ditutup sementara. 

Berdasarkan data yang dihimpun, kebakaran terjadi di shelter 4 jalur pendakian ke Ranu Kumbolo. “Terjadi sejak Minggu siang tadi, sekitar jam 13.00,” kata Petugas Pengendali Ekosistem Hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Ari, Minggu (22/9/2019) malam.

Hingga saat ini, kebakaran masih terjadi. Petugas melakukan pencegatan pendaki di pos Ranu Pani. Agar tidak naik ke puncak Semeru akibat kebakaran hutan dan lahan di Ranu Kumbolo. Penutupan jalur pendakian menuju Ssemeru pun, juga tidak diketahui sampai kapan berlangsung.

Edaran-Penutupan-Pendakian-Jalur-Semeru-karena-karhutla-a.jpg

“Kondisi terakhir api masih belum bisa dikendalikan. Angin sangat kencang, serta kondisi bertebing dan berbukit, menyulitkan petugas untuk pemadaman,” ujarnya.

Sejauh ini belum ada data pasti, berapa luas lahan yang terbakar. Ada sekitar 14 personel gabungan yang diterjunkan untuk memadamkan api. Terdiri dari petugas TNBTS dan warga setempat. Dengan alat seadanya, seperti jet shooter, garu, sabit dan parang, petugas masih terus berupaya memadamkan api. 

Tim akan mencegah para pendaki untuk sementara tidak ke Ranu Kumbolo. Sampai api bisa dipadamkan. Melalui pos Ranu Pani, petugas akan sementara mencegah pendaki untuk naik dan terus melakukan pemantauan.

Tim akan tetap menjaga keselamatan petugas dan para pendaki Gunung Semeru, meski keterbatasan peralatan, medan yang terjal dan berbukit sulit dijangkau. “Petugas hanya meminimalisir pada tempat yang bisa dijangkau dan mencegah agar kebakaran tidak meluas,” tandas Ari. (*)

Jurnalis : Happy L. Tuansyah
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Probolinggo

Komentar

Registration