Pendidikan

Ikatan Keluarga Alumni Universitas Brawijaya Pererat Tradisi Alumni Mengabdi

Ikatan Keluarga Alumni Universitas Brawijaya Pererat Tradisi Alumni Mengabdi Ir. Maskur, M.M, Ketua Pengda Jatim IKA UB, Sabtu (21/9/2019). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Sabtu, 21 September 2019 - 23:59

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Ikatan Keluarga Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) menggelar temu kangen bersama lintas generasi di Hotel Garden Palace Surabaya, Sabtu (21/9/2019).

Bukan sekedar acara biasa, setiap agenda IKA UB diharapkan bisa menghasilkan tujuan yang berkesinambungan. 

Alumni-Universitas-Brawijaya-5.jpg

Terlebih IKA juga memiliki tanggung jawab moril untuk membagikan ilmu antar alumni maupun kepada yunior dalam almamater yang sama.

Selain itu, alumni Universitas Brawijaya yang sudah profesional dan mapan baik dari birokrat maupun BUMN dipetakan dan dimunculkan di publik agar memacu adik alumni mengikuti jejak mereka. 

Alumni-Universitas-Brawijaya-4.jpg

“Kita akan merasa bahwa alumni kita besar, setara dengan alumni universitas lain. Seiring berjalan waktu, Universitas Brawijaya bisa menyamai dan memposisikan diri sebagai universitas yang kuat dan hasil dari sarjana adalah output dan minat calon mahasiswa yang mendaftar tiap tahun makin meningkat,” terang Ir Tri Indah Sutjiati, M.M, Ketua Panitia IKA UB. 

Tentunya, lanjut Tri Indah, peningkatan tersebut harus diimbangi mutu dari alumni. 

Alumni-Universitas-Brawijaya-3.jpg

“Karena itu kita akan bumikan dengan merilis jargon ‘Ayas Kéra UB’ sebagai wujud IKA UB milik bersama. Kita bumikan organisasi ini di seluruh Indonesia dan memberi manfaat,” sambungnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilaunching Home Base Digital, selain memetakan alumni juga berisi program alumni mengabdi, sharing skill dan pengalaman, pelatihan dan sertifikasi.

“Semoga acara ini bisa menjadi akar kebaikan untuk kita semua,” tandasnya.

Alumni-Universitas-Brawijaya-2.jpg

Ketua IKA UB Pengda Jatim, Ir Maskur, M.M menambahkan, jika Universitas Brawijaya itu maha raja alumninya telah mencapai ratusan ribu.

Alumni Universitas Brawijaya sebagai insan akademik wajib bertanggung jawab dalam memelihara dan mengembangkan ilmu pengetahuan penelitian serta pengabdian masyarakat. 

“Jadi IKA UB didirikan untuk melaksanakan tugas dan kewajiban yang erat dengan almamater perkembangan  dan mutu pendidikan berdasarkan Pancasila dan UUD 45,” ungkap Ir Maskur.

Dalam sejarahnya, IKA UB didirikan pada 28 Agustus 1980 berlandaskan kekeluargaan. Jumlah alumni hingga saat ini sekitar 159.431. 

“Cabang IKA Jatim sudah dibentuk namun belum menyasar semua kabupaten/kota, ini tugas kami dan butuh dukungan juga dari kampus,” tuturnya.

Kegiatan reuni sendiri mengundang Prof. Erani, Ketua Pengurus Pusat IKA UB, Prof. Gugus, mewakili Rektorat universitas Brawijaya, Surambah (Wakil Bupati Jombang), Didiek Farhan dari Kajari, Prof. Fauzi, Rektor Universitas Pembangunan Negara (UPN), M Yasin Kadis Provinsi Jatim, Dr. Bachrul Amiq, Rektor Universitas Dr. Soetomo. Acara tersebut makin mempererat dan membina kekeluargaan diantara alumni dan almamater. 

Ir Maskur berharap, alumni mampu mengembangkan serta menerapkan ilmu pengetahuan dan keahliannya guna kemaslahatan alumni, almamater dan masyarakat. Melakukan kegiatan usaha untuk kepentingan alumni almamater dan masyarakat. Menjalin dan membina kerjasama dengan semua pihak untuk mencapai tujuan serta turut serta dalam peningkatan pelaksanaan visi dan misi Universitas Brawijaya.

Selain itu juga ada penyegaran kepengurusan daerah Jatim yang berakhir pada Mei 2018 lalu. Melalui musyawarah nasional serta diskusi tentang kepemimpinan. Tidak hanya itu saja, program alumni mengabdi IKA UB juga menyasar pelatihan, perbaikan dan kebersihan jamban, menggalang program beasiswa. (*)

Jurnalis : Lely Yuana
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Surabaya

Komentar

Registration