Wisata

Ini Cerita Arca Jaladwara Burung Garuda yang Ditemukan di Situs Ngoro

Ini Cerita Arca Jaladwara Burung Garuda yang Ditemukan di Situs Ngoro Arca Jaladwara Berbentuk Burung Garuda yang ditemukan di situs Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. (FOTO: Moh Ramli/TIMES Indonesia)
Jum'at, 20 September 2019 - 13:16

TIMESINDONESIA, JOMBANGArca Jaladwara berbentuk Burung Garuda yang ditemukan di situs Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur memantik banyak kisah masa lalu.

Kepada TiMES Indonesia, Arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho menceritakan, dalam kitab Adiparwa yang diketahuinya, kisah Garuda dimulai dari kisah persaingan antara Kadru dan Winata, keduanya istri Kasyapa, seorang bijak. Kadru adalah ibu dari para ular naga. Sedang Winata adalah ibu dari burung garuda. Keduanya berselisih mengenai warna kuda Uccaihsrawa yang muncul bersama air amrtha ketika samudra purba diaduk.

"Kadru menganggap warna kuda adalah hitam, sedang Winata menganggap warna kuda itu adalah putih. Dari sengitnya perselisihan pendapat, akhirnya keduanya sepakat untuk bertaruh, yang kalah akan menjadi budak yang menang," kata Wicaksono, Kamis (19/9/2019).

Para ular naga tahu bahwa ibu mereka salah. Mereka memberitahu ibunya. Kadru kemudian membuat rencana agar anak-anaknya mengubah warna kuda Uccaihsrawa dengan bisanya. Usaha ibu beranak itu pun berhasil. Winata kalah dan dijadikan budak oleh Kadru.

Garuda berusaha membebaskan ibunya dengan melawan para naga yang licik. Terjadilah perang. Para ular naga kemudian meminta syarat kepada Garuda bahwa ia dapat membebaskan ibunya dengan syarat Garuda harus mendapatkan air amrtha yang dimiliki para dewa.

"Sewaktu Garuda mencari amrtha, bertemulah ia dengan Batara Wisnu. Batara Wisnu bersedia membatu Garuda tapi dengan syarat agar Garuda bersedia menjadi kendaraan Batara Wisnu," katanya.

Setelah Garuda mendapatkan amrtha, ia membawanya ke tempat para naga. Amrtha tersebut berada dalam Kamandalu yang diberi tali rumput ilalang. Garuda berpesan kepada para naga sebelum minum amrtha, para naga harus bersuci atau mandi terlebih dahulu. "Sejak saat itu Garuda dan ibunya terbebas dari budak sang Kadru," ujarnya.

Nah, ketika para naga sedang mandi, amrtha diambil oleh Sang Hyang Indra. Para naga sedih tidak tahu harus berbuat apa lagi. Ada bekas titik amrtha yang tertinggal pada rumput ilalang lalu dijilati oleh para naga. Karena ilalang sangat tajam, sehingga lidah para naga terbelah menjadi dua. "Sementara itu rumput ilalang telah suci karena tersentuh oleh amrtha," ucapnya menenai kisah Arca Jaladwara berbentuk Burung Garuda yang ditemukan di situs Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. (*)

Jurnalis : Moh Ramli (MG-198)
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Bondowoso

Komentar

Registration