Ketahanan Informasi Ketahanan Informasi Pendidikan

Faperta UMG Membangun Cinta Lintas Agama

Faperta UMG Membangun Cinta Lintas Agama Mahasiswa Faperta UMG dan Formagama Gresik menata kembali lahan pertanian di kebun percobaan Fakultas Pertanian UMG, Kamis, (19/9/2019). (FOTO: Humas UMG - Abdurrahman Faris/AJP TIMES Indonesia)
Kamis, 19 September 2019 - 09:36

TIMESINDONESIA, GRESIK – Berawal dari rasa keprihatinan melihat kondisi masyarakat yang sensitif terhadap isu ras dan agama, Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) mengagas kegiatan lintas agama yang dikemas dalam Korean Young Farmers.

“Untuk itu kami selaku tenaga pendidik menyambut gagasan mahasiswa ini dengan mewujudkannya dalam acara penataan kembali lahan pertanian di kebun percobaan Fakultas Pertanian UMG,” kata Wiharyanti Nur Lailiyah, Ketua Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian UMG, Kamis, (19/9/2019).

Menurut Wiharyanti, penataan kembali lahan pertanian ini menjadi cara yang ditempuh Faperta UMG untuk memupuk rasa kebersamaan dengan elemen masyarakat dari semua agama dan penganut kepercayaan di wilayah Kabupaten Gresik.

“Kegiatan lintas agama ini melibatkan kawan-kawan mahasiswa Fakultas Pertanian UMG,” ujarnya.

Wiharyanti menjelaskan, semua elemen agama dan penganut kepercayaan, yang ikut kegiatan ni, tergabung dalam Forum Masyarakat Gresik Pencinta Kebersamaan (Formagama).

"Kegiatan ini dilaksanakan sekaligus menata lahan untuk pendirian green house,” ucapnya.

Pendirian green house secara bersama-sama, sambung Wiharyanti, diharapkan bisa mewadahi semua elemen masyarakat yang ingin mengembangkan kegiatan pertanian di Kabupaten Gresik.

“Green house yang akan dibangun ini pun sebagai sebuah perwujudan rasa persaudaraan yang terjalin antara Faperta UMG dengan petani milenial Korea Selatan yang tergabung dalam Korean Young Farmers Federation,” tutur Wiharyanti.

Lebih lanjut Ia memaparkan, para peserta diajak melihat potensi pertanian Kabupaten Gresik, dalam kegiatan yang merupakan salah satu rangkaian Korean Young Farmers yang digagas oleh Faperta UMG.

"Walaupun berada di daerah berkapur atau jenis tanah grumusol namun memiliki peluang pengembangan bisnis yang cukup besar,” ujarnya.

Sementara itu, Hari R, satu di antara anggota Formagama, memaparkan, adanya kegiatan penataan lahan pertanian dan pendirian green house ini nantinya dapat menjadikan UMG lebih terbuka dan lebih beragam.

“Green house ini bisa menjadi contoh warga Gresik,” ucap Hari R.

Ia bahkan menyebut, walau berasal dari agama dan kepercayaan yang berbeda namun dengan toleransi dan semangat kebersamaan mampu bersinergi membangun sebuah unit yang nantinya diharapkan mampu menjembatani semua elemen masyarakat dan agama.

"Harapan panitia Faperta UMG adalah dengan kegiatan lintas agama ini baik mahasiswa maupun peserta mampu meneruskan pesan kepada tiap komunitasnya, bahwa hidup berdampingan dengan menjunjung tinggi rasa toleransi adalah hal yang indah dan perlu dirawat, dijaga dan dilestarikan,” tutur Hari R. (*)

Jurnalis : Abdurrahman Faris (CR-094)
Editor : AJP-4 Editor Team
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Komentar

Registration