Ketahanan Informasi

Dongkrak Konsumsi Ikan, KKP Gelar Kampanye Gemari di Lombok Barat

Dongkrak Konsumsi Ikan, KKP Gelar Kampanye Gemari di Lombok Barat Fose bersama dalam rangka kegiatan kampanye Gemarikan di Desa Penimbung, Lombok Barat, Selasa (17/9). (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
Kamis, 19 September 2019 - 11:48

TIMESINDONESIA, GIRI MENANG – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) gencar melakukan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Hal itu karena tingkat konsumsi ikan masyarakat Indonesia secara rata-rata dinilai masih rendah. Program ini dilaksanakan juga untuk mendukung program nasional penanganan stunting dan mendukung program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Indonesia.

"Penurunan angka stunting bisa diturunkan dengan gemar makan ikan," kata Mahmud, Dirjen Pemasaran Pengolahan Produk KKP RI, Rabu (28/9/2019).

Hal tersebut diungkapkkan Mahmud dalam kampanye Gemarikan yang digelar di Desa Penimbung, Lombok Barat, Selasa (17/9).

Dalam kesempatan itu, Mahmud mengajak masyarakat Lombok Barat dan NTB memperbanyak konsumsi ikan. Karena ikanlah sebagai sumber protein hewani terbaik untuk pemenuhan gizi keluarga serta bagus untuk kesehatan dan pertumbuhan anak.

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sendiri terus bergerak menekan angka kasus stunting. Salah satunya dengan mensosialisasikan gemar makan ikan di setiap kesempatan.
Dengan keterlibatan seluruh sektor termasuk peran TP-PKK, Kabupaten Lombok Barat mampu menurunkan angka kasus stunting secara signifikan. Lombok Barat bahkan terpilih menjadi salah satu daerah percontohan penurunan stunting di Indonesia.

Pada 2016, Lombok Barat mampu menurunkan angka stuntung sebanyak 16 poin yakni dari 49 persen menjadi 32 persen. Data Februari 2019, angka kasus stunting berhasi ditekan menjadi 25 persen.

"Ini karena kerja keras semua pihak untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Lombok Barat. Angka stunting di Lombok Barat terus menurun signifikan dilihat dari 10 desa yang menjadi locus. Contohnya di Desa Mambalan dan Desa Penimbung. Dari tahun 2018 angka stanting di dua desa ini cukup tinggi 41,02 persen dan 30,20 persen. Untuk tahun 2019 ini turun menjadi 8,99 persen dan 15, 72 persen. Dan untuk tahun 2019 Pemerintah Lombok Barat kembali memperluas locus prioritas stunting menjadi 20 Desa," terang Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Sumiatun.

Sementara itu Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Provinsi Nusa Tenggara Barat (Forikan NTB) Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengatakan tingkat konsumsi ikan di NTB sendiri masih 25 kg/kapita/tahun.

"Masih berada di bawah rata-rata nasional yakni 50 kg/kapita/tahun. Untuk itu masyarakat salah satunya melalui peran TP-PKK harus giat menyampaikan dan menggiatkan kembali kampaye makan ikan ini," jelasnya.

Menurutnya, masyarakat harus terus diingatkan kembali melalui edukasi dan kampanye. Karena kalau tidak begitu, masyarakat terkadang lupa.

"Ayo kita makan ikan setiap hari, karena ikan proteinnya sangat penting untuk kita semua, mudah, murah serta lengkap gizinya. Kalau kita makan ikan insyaallah kita jadi cerdas, kuat, dan sehat untuk menuju kegiatan yang lebih baik lagi dan anak-anak kita akan menjadi anak-anak yang lebih baik, lebih cerdas dan lebih sehat," imbuhnya menutup kampanye gemarikan oleh KKP. (*)

Jurnalis : Saepul Ahkham (CR-142)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration