Peristiwa - Nasional

Riau Tolak Rencana Pemprov Jatim Kirim Bantuan Atasi Karhutla

Riau Tolak Rencana Pemprov Jatim Kirim Bantuan Atasi Karhutla Kebakaran lahan di Riau. (Istimewa)
Rabu, 18 September 2019 - 23:05

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Rencana Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak kabut asap di Provinsi Riau ditolak mentah-mentah oleh Pemerintah Provinsi Riau. Tidak ada alasan jelas dan pasti mengapa bantuan tersebut ditolak. 

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana mengirimkan masker jenis N95. Masker N95 atau masker respirator merupakan jenis masker anti-polusi yang bisa digunakan untuk melindungi dari asap, termasuk kabut asap. 

Masker N95 dapat menyaring polutan dan partikel halus sampai 95 persen. Bantuan lain yang disiapkan yaitu berupa obat-obatan guna mengatasi ISPA akibat kabut asap. 

Berdasarkan pesan berantai yang tersebar di kalangan wartawan, Pemprov Riau mengklaim bahwa logistik dan peralatan dalam mendukung bencana kebakaran hutan dan lahan dan asap di Riau masih cukup tersedia. 

"Sehubungan dengan rencana bantuan logistik (masker N95) dari Pemerintah Provinsi Jatim, dengan tidak mengurangi rasa hormat, saat ini Pemerintah Provinsi Riau belum dapat menerima atau memerlukan bantuan," isi pesan tersebut. 

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berencana mengirimkan bantuan satgas namun ditolak oleh Pemerintah Provinsi Riau. Berdasar data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sampai Senin, 16 September 2019, pukul 16.00 WIB, titik panas ditemukan di Riau sebanyak 58, Jambi (62), Sumatera Selatan (115), Kalimantan Barat (384), Kalimantan Tengah (513) dan Kalimantan Selatan (178). 

Jumlah titik panas atau hotspot itu menurun dibandingkan data BNPB per 15 September 2019, pukul 16.00 WIB. Pada Minggu kemarin, jumlah titik panas di Riau ada 59, Jambi (222), Sumatera Selatan (366), Kalimantan Barat (527), Kalimantan Tengah (954) dan Kalimantan Selatan (119). 

Sementara luas karhutla di Indonesia selama 2019, sesuai data KLHK, sudah mencapai 328.722 hektare. Dari data itu, kebakaran di Kalimantan Tengah tercatat seluas 44.769 hektare, Kalbar (25.900 ha), Kalsel (19.490 ha), Sumsel (11.826 ha), Jambi (11.022 ha) dan Riau (49.266 ha). (*)

Jurnalis : Lely Yuana
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration