Pendidikan

SMAN 2 Wonogiri Sabet Juara 2 LKTIN di UII Jogjakarta

SMAN 2 Wonogiri Sabet Juara 2 LKTIN di UII Jogjakarta Tim SMAN 2 Wonogiri berhasil menjuarai LKTIN di UII Jogjakarta. (Foto Istimewa)
Rabu, 18 September 2019 - 22:36

TIMESINDONESIA, WONOGIRI – Berbekal semangat, kreativitas dan kepercayaan diri, tim SMAN 2 Wonogiri berhasil merebut juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) yang diselenggarakan di Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta.

Mulai dari awal, tim SMAN 2 Wonogiri bersaing dengan ratusan peserta lomba dan berhasil lolos ke 10 besar. Akhirnya berhasil merebut juara 2 LKTIN tersebut.

Guru pembimbing LKTIN SMAN 2 Wonogiri, Sri Mulyani menerangkan, kegiatan Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) bertemakan Terobosan Generasi Milenial Menghadapi Tantangan di Era Ekonomi Digital. Adapun kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi para pelajar SMA agar dapat berpikir secara kritis. Terutama untuk menghadapi tantangan di era ekonomi digital.

SMAN-2-Wonogiri-2.jpg

Dijelaskannya, terdapat lima subtema dalam lomba ini. Yaitu pemanfaatan limbah yang menambah nilai jual, inovasi produk berbasis sumber daya lokal, pemasaran produk berbasis teknologi, optimalisasi produk ramah lingkungan, dan fintech (aplikasi).

"Perlombaan ini diikuti semua pelajar SMA dari seluruh Indonesia. Alhamdulillah tim SMA Negeri 2 Wonogiri masuk 10 besar. Dan puncaknya mampu menyabet Juara 2 LKTIN," ungkap Sri Mulyani.

Tim SMA Negeri 2 Wonogiri beranggotakan tiga siswa. Yakni Berlian Hani Astuti, Fathoni Risang Aji, dan Sekar Dwi Murti. Mereka mengambil subtema Inovasi produk berbasis sumber daya lokal. Yaitu dengan memanfaatkan duri ikan nila dan tepung gaplek untuk dijadikan olahan berupa mie.

Wonogiri, imbuhnya, memiliki banyak potensi khas. Salah satunya adalah Waduk Gajah Mungkur. Waduk ini berfungsi untuk pusat irigasi di wilayah Wonogiri. Juga sekaligus dimanfaatkan masyarakat untuk tambak ikan nila. Namun, ikan Nila selama ini hanya dimanfaatkan dagingnya saja. Padahal duri ikan nila memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi.

Selain itu, kata dia, komoditas asli Wonogiri adalah singkong. Tetapi komoditas asli ini hanya dimanfaatkan untuk olahan yang bernilai ekonomi rendah. Sehingga dua hal ini menjadi alasan tim mengambil duri ikan nila dan tepung gaplek untuk dijadikan mie.

"Perlu diketahui bahwa mie khususnya mie instan mengandung bahan kimia yang sangat berbahaya untuk perkembangan tubuh manusia. Sehingga mereka ingin menciptakan mie yang enak namun tetap sehat. Selain itu mereka ingin dengan karya tersebut dapat memotivasi banyak orang sekaligus dapat meningkatkan perekonomian di Kabupaten Wonogiri," tutur guru pembimbing LKTIN SMAN 2 Wonogiri ini. (MG)

Jurnalis : Mukhtarul Hafidh (MG-198)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Komentar

Registration