Pendidikan

Gandeng Pupuk Kaltim, STITEK Bontang Menggelar Seminar Nasional Mitigasi Banjir

Gandeng Pupuk Kaltim, STITEK Bontang Menggelar Seminar Nasional Mitigasi Banjir Berfoto bersama narasumber dan mahasiswa usai seminar nasional. (Foto: Humas PKT For TIMES Indonesia)
Rabu, 18 September 2019 - 22:04

TIMESINDONESIA, BONTANG – Gandeng Pupuk Kaltim, Sekolah Tinggi Teknologi Bontang (STITEK Bontang) menggelar Seminar Nasional tentang Inovasi Teknologi Early Warning System dalam Pencegahan dan Nitigasi Banjir di Bontang Rabu (18/9/2019). 

Seminar yang digelar di lantai tiga Kampus STITEK Bontang ini menghadirkan tiga pembicara yakni Johan Tectona dari Deep Dive Project Jakarta yang merupakan pengembang aplikasi Iam A-ren; pengembang alat Aplikasi Warning Level Recorder (AWLR) Wilis Agung dari Tim inovasi Pupuk Kaltim dan Herri Susanto dari STITEK Bontang.

STITEK-Bontang-2.jpg

Hadir dalam pembukaan acara yang digelar sehari tersebut antara lain, Superintendent Bina Wilayah CSR Pupuk Kaltim, Agus Susanto; Wakil ketua Stitek, Herri Susanto; Staf CSR Pupuk Kaltim, Nikita Andriyani; Pimpinan Inbis, Anggi V. Goenadi.

Dalam sambutannya, Superintendent Bina Wilayah CSR Pupuk Kaltim, Agus Susanto menjelaskan dorongan digelarnya seminar nasional tersebut didasari pada bencana banjir yang tiba-tiba datang dengan tingkat kesulitan memprediksi kondisi banjir tersebut. 

"Sepuluh tahun terakhir inilah saya mengenal banjir, padahal sebelumnya tidak, hal ini yang mengawali inisiatif untuk mengembangkan aplikasi early warning system ini," jelasnya. 

Agus pun berharap agar seminar ini bisa memberikan manfaat bagi kemaslahatan masyarakat Kota Bontang terutama dalam penerapan sebuah teknologi AWLR oleh Tim Pengembang Pupuk Kaltim. "Peralatan ini bisa memberikan peringatan dini terutama paling tidak di daerah binaan kami di kampung Aren yang sering terjadi banjir," ujar Agus Susanto.

STITEK-Bontang-3.jpg

Sementara itu Wakil Ketua STITEK Bontang, Herri susanto mengapresiasi dukungan yang diberikan Pupuk Kaltim atas terselenggaranya seminar nasional ini.

"Ini adalah momen penting bagi kita semua mengawal pembangunan di Kota Bontang khususnya Pupuk Kaltim, acara yang luar biasa bagi kita semua khususnya di bidang IT, Inovasi teknologi early warning system dalam pencegahan dan mitigasi banjir, khususnya sebagian besar di sini milenial," kata Herri Susanto yang mewakili Ketua STITEK Bontang. 

Usai opening ceremony, narasumber memaparkan materi terkait temuannya dalam mendeteksi tingkat ketinggian air yang dideteksi dalam sebuah aplikasi smartphone. 

"Kesimpangsiuran informasi, data tidak akurat, potensi hoaks kondisi air di aliran sungai dan belum terbentuknya sistem emergency system yang mendorong diupayakan sebuah alat pendeteksi banjir," papar Wilis Agung yang tampil sebagai narasumber pertama. 

Sebelum materi disampaikan di seminar yang dihadiri oleh sebagian besar mahasiswa tersebut, PIC Program, Nikita Andriyani memperkenalkan program CSR Pupuk Kaltim berupa Kampung Aren dan Inbis Permata Bunda.

Selain mahasiswa STITEK Bontang, dalam seminar nasional yang didukung Pupuk Kaltim ini, diikuti juga oleh perwakilan mahasiswa dari beberapa universitas. Diantaranya UPN, Universitas Brawijaya, Unmul, Polnes Samarinda, UN Makassar, UI, STITESA Surabaya, STIE Malangkucecwara, ITS, Univ Muhammadiyah, Universitas Widya Gama Samarinda, dan Universitas Kristen Indonesia. (*)

Jurnalis : Kusnadi
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : Bontang TIMES

Komentar

Registration