Wisata

Catat, Besok Kaliploso Horti Carnival Kembali Digelar di Banyuwangi

Catat, Besok Kaliploso Horti Carnival Kembali Digelar di Banyuwangi Landscape Kebun Al-Qur'an dari ketinggian (Foto : Rizki Alfian/TIMESIndonesia)
Rabu, 18 September 2019 - 21:22

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Sejumlah desa di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur terus berbenah menjadi kawasan wisata. Banyak gebrakan yang dilakukan untuk menjadikan desanya agar tidak menjadi desa tertinggal. Terbaru, Desa Kaliploso, Kecamatan Cluring pada Kamis (19/9/2019) akan kembali menggelar kegiatan hajatan tahunan yang memanfaatkan sumber daya alam sekitar, yakni Kalilploso Horti Carnival (KHC).

"Masyarakat nantinya akan berjalan sejauh kurang lebih 2 kilometer dari Lapangan Desa Kaliploso hingga ke batas Desa Plampangrejo. Dimulai dari pukul 13.00 WIB," ucap Sekretaris Desa Kaliploso, Mahmud Ansoriyah, kepada TIMES Indonesia, Rabu (18/9/2019).

Kebun-Al-Quran-2.jpg

Menurut Mahmud, dalam pelaksanaan KHC, masing-masing warga dari setiap RT akan menampilkan kreasi dalam bentuk sebuah karya dari hasil bumi. Seperti sayur-sayuran, buah-buahan dan dedaunan.

"Semua kreasi murni dari swadaya masyarakat sendiri dengan cara gotong royong. Ada yang mengarak gunungan hasil bumi ada juga yang memperagakan pakaian dari dedaunan. Tahun ini kami punya kejutan, silakan datang ke desa kami," ungkapnya.

Mahmud menjelaskan, tahun ini KHC dirangkai dengan acara soft launching Agrowisata Kebun Al-Qur'an. Dinamakan demikian karena buah-buahan dan tanaman di dalam kebun itu disebutkan dalam Al-Qur'an. Lokasinya ada di sebelah utara lapangan desa.

"Seperti buah tin, kurma, mentimun dan lain lain ada dalam kebun itu. Jadi satu paket, bisa berwisata religi sekaligus edukasi. Setiap komoditi kami berikan penjelasan ayat atau hadits serta makna dan manfaat dibalik ayat tersebut," ucapnya.

Seperti diketahui, Desa Kaliploso yang dipimpin oleh pemuda bernama Rudi Hartono kini menjelma menjadi desa yang patut dibanggakan.

Kades muda ini terpilih menjadi peserta program benchmarking ke China dari Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kementerian Desa PDTT).

Program Benchmarking adalah upaya pemerintah dalam penguatan kapasitas Kades, Pendamping Desa dan pengurus BUMDes dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Peserta dipilih berdasarkan hasil evaluasi, prestasi, kinerja serta masukan dari berbagai pihak.

Program Benchmarking ke China diikuti 8 orang Kades dari berbagai daerah di Indonesia. Rudi Hartono adalah satu-satunya Kades dari Banyuwangi, bahkan Provinsi Jawa Timur. (*)

Jurnalis : Rizki Alfian
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Banyuwangi

Komentar

Registration