Olahraga

Soal Kericuhan di Turnamen All Star Cup, Begini Komentar Pegiat Sepak Bola Banyuwangi

Soal Kericuhan di Turnamen All Star Cup, Begini Komentar Pegiat Sepak Bola Banyuwangi Iwan Rudoyanto, Mantan Manager Persewangi dan juga mantan Pengurus Askab PSSI. (FOTO: Istimewa)
Rabu, 18 September 2019 - 20:37

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Insiden kericuhan yang terjadi di pada turnamen sepak bola All Star Cup, Genteng, cukup menyita perhatian berbagai pihak, khususnya pecinta dan pegiat sepak bola Banyuwangi.

Bahkan, mantan manager Persewangi dan Pengurus Askab PSSI Banyuwangi, Iwan Rudiyanto, turut angkat bicara terkait insiden kericuhan yang mengakibatkan dua orang pemain mengalami luka yang cukup parah.

"Sangat disayangkan kejadian bisa terjadi. Kericuhan yang terjadi di Genteng itu adalah sejarah buruk buat dunia persepakbolaan di Banyuwangi," ungkapnya kepada TIMES Indonesia, Rabu (18/9/2019).

Iwan menyanpaikan, dalam setiap event baik itu kompetisi, turnamen dan apapun labelnya, keselamatan dan keamanan pemain adalah hal yang nomer satu untuk dijaga. Dan pihak panitia selaku penyelenggara harus bisa menjamin itu.

"Ketika tidak bisa menjaga dan menjamin itu semua, harusnya pihak - pihak terkait dan juga pihak yang berwenang, menghentikan event tersebut atau tidak dilanjutkan," terangnya. 

Diketahui, kericuhan yang terjadi di turnamen sepak bola All Star Cup, Genteng, terjadi saat pertandingan antara kesebelasan Arseka FC dari Kembiritan melawan Bintang Taruna FC dari Purwoharjo.

Akibat kericuhan di di turnamen sepak bola All Star Cup, Genteng, Banyuwangi itu, dua pemain mengalami luka yang cukup parah. David, pemain dari Arseka mengalami luka patah tulang bahu dan Billy Sahban mengalami luka di bagian muka hingga hidung mengeluarkan darah. (*)

Jurnalis : Erwin Wahyudi
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Banyuwangi

Komentar

Registration