Peristiwa - Daerah

Musim Kemarau, Disperkim Intensifkan Penyiraman Taman

Musim Kemarau, Disperkim Intensifkan Penyiraman Taman Petugas Disperkim Kota Madiun intensifkan perawatan dan penyiraman taman kota. (Foto: Disperkim for TIMES Indonesia)
Rabu, 18 September 2019 - 18:27

TIMESINDONESIA, MADIUN – Perawatan tanaman selama musim kemarau menjadi perhatian Dinas Pertamanan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun. Penyiraman tanaman di ruang terbuka hijau dan median jalan diintensifkan untuk menjaga tanaman tetap hidup. 

“Selain meningkatkan intensitas penyiraman, kami juga menambah tanaman berbunga yang tahan cuaca panas,” ujar Kepala Bidang Pertamanan, Permakaman dan Penerangan Jalan Umum, Dinas Perkim Kota Madiun Aang Marhaendra Budiono, Rabu (18/9/2019).

penyiraman-taman-2.jpg

Perawatan dilakukan sebagai upaya mendukung program menjadikan Kota Madiun sebagai ‘Kota Sejuta Bunga’ yang telah dicanangkan Wali Kota Madiun. Dengan semakin banyaknya tanaman bunga yang tumbuh dan berkembang dapat menarik minat masyarakat luar untuk datang ke Kota Madiun.

Jenis tanaman yang sekarang diperbanyak adalah jenis zinia atau kembang kertas dan bougenville. Tanaman tersebut  dipilih karena tahan cuaca panas dan tidak butuh banyak air. Sehingga tetap tumbuh baik saat kemarau.

Seperti diketahui, bunga bougenville dikenal dengan kebiasaan uniknya pada saat berbunga. Yaitu merontokkan daun-daunnya sendiri.

Sehingga pada saat berbunga, bunga-bunga menutup dahan dan ranting. Seperti tidak mempunyai daun.

penyiraman-taman-3.jpg

Menurut Aang, saat ini hanya ada beberapa jenis bunga saja yang tumbuh, nantinya di seluruh sudut kota Madiun akan ditanami berbagai macam bunga.

“Yang jelas dari yang ada ini dulu kita tingkatkan kualitasnya. Dari tanaman-tanaman yang tidak ada bunganya, kita ganti dengan tanaman yang berbunga,” ujar Aang.Edisi-Rabu-18-September-2019-14.jpgUntuk merealisasikan Kota Madiun sebagai Kota Sejuta Bunga, Disperkim Kota Madiun getol menata kembali taman dan hutan kota. Total luas lahan yang digunakan untuk ruang terbuka hijau di Kota Madiun mencapai 60 hektare. (*)

Jurnalis : Ito Wahyu Utomo (MG-204)
Editor : Yupi Apridayani
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Madiun

Komentar

Registration