Jum'at, 15 November 2019
Pemerintahan

Anggaran Berkurang, Bawaslu Ponorogo Lakukan Negoisasi dengan Pemkab

Anggaran Berkurang, Bawaslu Ponorogo Lakukan Negoisasi dengan Pemkab Muhammad Syaifulloh Ketua Baswalu Ponorogo. (FOTO: Evita Mukharomah/TIMES Indonesia)
Rabu, 18 September 2019 - 14:49

TIMESINDONESIA, PONOROGO – Anggaran dana pengawasan yang sudah dipangkas untuk Bawaslu dipastikan berkurang. Ini karena Bawaslu RI menerbitkan sejumlah aturan baru untuk diterapkan daerah. Salah satunya terkait masa tugas bagi panitia pengawas kecamatan dan desa (panwascam dan panwas desa). Baik bawaslu dan tim anggaran pemkab kini berkejaran waktu. ‘’Dengan keluarnya aturan baru ini, otomatis kurang,’’ ujar Ketua Bawaslu Ponorogo Muhammad Syaifulloh, Rabu, (18/9/2019).

Awalnya, Bawaslu Ponorogo usul Rp 17,9 miliar kepada Pemkab Ponorogo untuk menyokong kegiatan pengawasan pilkada tahun depan. Pihak tim anggaran pemkab setempat lantas melakukan pembahasan bersama dengan bawaslu. Dari hasil pembahasan tersebut, muncullah angka Rp 12,8 miliar. Tim anggaran mengevaluasi mengacu usulan dari KPU. ‘’Termasuk jumlah TPS-nya disesuaikan menjadi sama dengan KPU sebanyak 1750 TPS,’’ terang Syaifullah.

Syaifullah menambahkan untuk menyesuaikan jumlah TPS, satuan harga setiap pengeluaran juga dievaluasi. Termasuk honor untuk panwascam dan panwas desa. Honor panwascam, disesuaikan dengan besaran honor panitia pemilihan kecamatan (PPK) per- bulan, ketua digaji Rp 1,8 juta, sedangkan anggota Rp 1,6 juta. Besaran honor panwas desa juga dievaluasi. Dari Rp 1,2 juta menjadi Rp 900 ribu per bulan.

Syaifulloh juga memastikan anggaran Rp 12,8 miliar kurang jika harus mengakomodir aturan main baru dari Bawaslu RI. "Masalahnya kebutuhan biaya untuk honor petugas memakan porsi antara 60-70 persen dan saya berharap dalam waktu dekat dapat segera berkoordinasi kembali dengan tim anggaran untuk melakukan evaluasi lagi," kata Ketua Bawaslu Ponorogo Muhammad Syaifulloh. (*)

Jurnalis : Evita Mukharomah (MG-74)
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Ponorogo

Komentar

Registration