Peristiwa - Daerah

Program Keserasian Sosial Kemensos RI Dirasakan Masyarakat Desa Galala

Program Keserasian Sosial Kemensos RI Dirasakan Masyarakat Desa Galala Foto bersama usai acara pertemuan tematik I FKS Sepenanggungan Galala. (Foto: Wahyudi Yahya/TIMES Indonesia)
Selasa, 17 September 2019 - 23:04

TIMESINDONESIA, MALUKU UTARA – Program Keserasian Sosial yang diinisiasi Kementerian Sosial RI (Kemensos RI) memiliki bertujuan untuk menciptakan suatu tatanan kehidupan sosial yang serasi dan harmonis dilandasi oleh nilai dasar kebersamaan. Program ini tersebar di desa-desa, termasuk di Desa Galala, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan.

Di Desa Galala, salah satu bentuk program ini  meberi bantuan dana untuk Forum Keserasian Sosial (FKS) Sepenanggunan Galala yang dipimpin Cipto Paramata sebesar Rp 150.000.000. Dana itu digunakan untuk pembuatan pagar dan tugu gereja, serta pelaksanaan kegiatan pertemuan tematik, Selasa (17/9/2019).

Keserasian-Sosial-2.jpg

Pengecoran pagar gereja secara simbolis dilakukan oleh Kadis Sosial Provinsi Maluku Utara Andrias Thomas di Gereja GMIH Eirene Desa Galala.

Cipto dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang telah bekerjasama sehingga FKS Galala mendapatkan bantuan dari Kemensos tersebut.

"Untuk itu, mewakili masyarakat desa Galala, dan Gereja GMIH khususnya mengucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Sosial RI yang telah menyumbangkan dana kepada kami, terimakasih kepada Kepala Dinas Sosial dan Kabid Sosial Provinsi Maluku Utara, yang telah mensosialisasikan program Forum Keserasian Sosial," ungkap Cipto.

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) kepala Desa Galala Judin Hamisi dalam sambutannya menegaskan, bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat pada dasarnya bertujuan untuk memperkuat hubungan silaturahmi. "Untuk itu, sudah seyogyanya kita bersyukur dan melakukan yang terbaik sebagaimana harapan dari pemerintah," katanya 

Keserasian-Sosial-3.jpg

Ia menjelaskan, bantuan uang tunai dari Kemensos RI ini langsung diterima oleh Forum Keserasian Sosial, tidak lagi melalui Dinas Sosial Provinsi, maupun Kota. Oeh sebab itu, dirinya mengajak kepada masyarakat agar tidak berfikir yang bukan-bukan soal anggaran ini. Apalagi, bantuan yang bersumber dari APBN ini tidak mengalokasikan ongkos kerja. 

"Bantuan yang diberikan ini untuk membantu supaya kita punya kebiasaan gotong royong tetap terjaga," tutupnya sembari membuka pertemuan tematik I FKS Sepenanggungan Galala dengan resmi. 

Di tempat yang sama, Plt Kadinsos Andreas Thomas menjelaskan, Program Keserasian Sosial dikhususkan di desa yang pernah atau sering terjadi konflik, sebagai upaya menciptakan kembali kondisi yang harmonis di tengah masyarakat. 

Maluku Utara sendiri, kata Andreas, mendapatkan alokasi anggaran program FKS sebesar Rp 1.800.000.000, yang terdiri dari 12 FKS di 6 kabupaten/kota, diantaranya Kota Tidore kepulauan, Kota Ternate, Halmahera Selatan, Halmahera Barat, Halmahera Utara, dan Halmahera Tengah. Masing-masing terdapat 2 FKS. 

"Setiap FKS menerima Rp 150 juta. Dana itu diperuntukkan untuk kegiatan fisik dan non fisik. Alokasi anggaran fisik sebesar Rp 100 juta dan non fisik Rp 50 juta," ujarnya.

Ia menambahkan, tujuan dari kegiatan ini juga, untuk menyatukan kelompok masyarakat yang berkonflik atau pernah berkonflik, sehingga tercipta keharmonisan di lingkungan masyarakat. 

"Kalau program itu dilaksanakan dua komunitas, jalan atau jembatan misalnya, itu penghubung antara suatu komunitas dengan komunitas yang lain apa tujuannya? Supaya menginspirasikan antara komunitas yang satu dan yang lain. Agar hidup harmonis," uajrnya.

Diketahui, pertemuan tematik Forum Keserasian Sosial Sepenangungan Desa Galala dengan tema "Memperkuat Nilai-nilai kearifan lokal dalam membangun kehidupan yang harmonis di masyarakat" ini menghadirkan sejumlah narasumber yang berasal dari Dinas Sosial Provinsi, Dinas Sosial Kota Tikep, Polsek Oba Utara. Usai pertemuan tematik, narasumber dan ratusan peserta menuju depan Gereja untuk dilangsungkan pengecoran sloof pagar gereja. (*)

Jurnalis : Wahyudi Yahya
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Komentar

Registration