Peristiwa - Daerah

BPCB Trowulan: Tradisi Megalitik Bondowoso Lebih Lama dari Daerah Lain

BPCB Trowulan: Tradisi Megalitik Bondowoso Lebih Lama dari Daerah Lain Batu Megalitikum yang ada di Desa Pekauman Kecamatan Grujugan Bondowoso. (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
Selasa, 17 September 2019 - 11:16

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB Trowulan), Pahadi mengatakan, bahwa tradisi megalitik di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur lebih lama dibanding daerah lain.

Pahadi mengatakan, peninggalan yang ada sekarang bukan menunjukkan ketertinggalan Bondowoso, hanya tradisinya saja yang berlanjut.

“Kalau tertinggal tidak bisa terinterpretasi, memang tradisinya lebih lama. Di daerah lain tradisi megalitik ditinggal, di Bondowoso masih dilanjutkan,” katanya saat dikonfirmasi.

Pahadi menambahkan, budaya tidak bisa terikat dengan waktu dan masyarakat masih memiliki keyakinan seperti itu.

Kedua, bahan dukung seperti batu breksi sangat banyak. sehingga potensi muncul karena didukung oleh bahan tersedia di Bondowoso.

“Kalau dikatakan tertinggal tidak juga, karena temuan ada juga koin kepeng, koin China, artinya terbuka hubungan dengan masyarakat yang lain,” papar pria asli Sambas Kalimantan Barat ini.

Alumnus Arkeologi UGM ini juga menyampaikan, sampai hari ini sudah mencapai 500 objek megalitikum yang terdata, dan pencarian masih berlanjut.

“Tinggal nunggu yang Sumber Pandan. Kalau yang baru masuk hasil dari pengumpulan data di lapangan itu, sudah masuk data. Itu sudah masuk register yang lama,” paparnya.

Kasub Unit Pemanfaatan BPCB Trowulan ini mengatakan, terakhir verifikasinya 2016 dan fokus di Megalitikum Pekauman, dengan total 324 objek dan sekarang bertambah sekitar 200. Karena ada beberapa yang terpendam kemudian nampak. (*)

Jurnalis : Moh Bahri
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Bondowoso

Komentar

Registration