Kopi TIMES

P4S Adalah Kelembagaan SDM Handal Pedesaan

P4S Adalah Kelembagaan SDM Handal Pedesaan Tri Handajani, Widyaiswara Ahli Utama Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu.
Senin, 16 September 2019 - 14:29

TIMESINDONESIA, BATUMASIH sering terdengar pertanyaan “Saya tinggal di desa atau kampung dan ingin mempelajari pemeliharaan ternak ayam yang baik skala usaha kecil. Kemana ya saya dapat memperoleh tempat belajar yang tidak jauh dari rumah tinggal?” Pertanyaan lainnya “Saya masih sekolah dan ingin membantu orang tua mencari tambahan penghasilan dengan memanfaatkan pekarangan yang ada. Kemana saya mendapatkan bimbingan tanpa meninggalkan sekolah?’’

Di sisi lain kita juga mendengar keluhan orang tua “Puluhan tahun sudah, saya menggeluti usaha pertanian ini, yang dapat menghidupi keluarga dan mampu menuntaskan pendidikan anak-anak hingga menjadi sarjana. Namun betapa sedihnya, tak ada satupun anak saya mau mewarisinya!” Ada lagi yang menyampaikan “Sapi saya dulu sempat 15 ekor, setelah merasa makin berumur dan tidak kuat lagi merumput saya jual satu persatu untuk membeli pakan, sekarang tinggal 3 ekor, saya tak mampu bayar upah merumput, mahal!”

Struktur.jpgSrtuktur Organisasi P4S Hidayah, salah satu sosok P4S handal yang melahirkan SDM Pertanian.

Ungkapan-ungkapan tersebut sepatutnya tidak lagi terdengar, ketika dihubungkan sekarang sudah jaman teknologi informasi. Kini sarana-sarana pelancar pekerjaan sudah canggih, serba elektronik. Namun itulah fakta, begitu beragamnya geografi Indonesia, masih ada wilayah-wilayah yang belum terjangkau sarana komunikasi electronik, sehingga masih terjadi kesenjangan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi apapun, termasuk pertanian/peternakan. Dimana letak kesalahan terhadap permasalahan ini? Padahal Pemberdayaan masyarakat tani tidak semata-mata menjadi tugas pemerintah saja, melainkan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan pihak suasta

Sejak tahun 1990 muncullah inisiatif petani membentuk posko pelatihan/permagangan bagi petani di perdesaan. Kemudian sesuai dengan perkembangan dibuatkan peraturan dan pedoman yang selalu dilakukan pembaharuan. Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 33/Permentan/SM.230/7/2016 Tentang Pedoman Pembinaan Kelembagaan Pelatihan Pertanian Swadaya, menjelaskan bahwa Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya yang selanjutnya disebut P4S adalah kelembagaan pelatihan dengan metode permagangan pertanian dan perdesaan yang didirikan, dimiliki dan dikelola oleh pelaku utama dan pelaku usaha secara swadaya baik perorangan maupun kelompok.

Permentan no 33/2016 ini telah mengakomodasi kebijakan baru tentang pemberdayaan petani, dan perkembangan lingkungan yang dinamis serta memiliki semangat partisipatif dengan mendorong keterlibatan masyarakat untuk ikut di dalam proses pemberdayaan masyarakat tani, disamping itu juga memuat perlindungan dan pemberdayaan petani dapat melibatkan berbagai pihak, baik pemerintah, swasta dan masyarakat sesuai dengan kearifan lokal.  

Pelatihan-bbpp.jpgKerjasama penyelenggaraan pelatihan tematik BBPP Batu dengan P4S Hidayah 20-22 Agustus 2019.

Aktifitas yang dilakukan pada P4S adalah

1) Pendampingan Kelembagaan diarahkan untuk mewujud-kan kemandirian, profesionalisme yang memiliki kompetensi dalam menumbuhkan kader tani di per desaan,

2) Pelatihan/permagangan, diarahkan untuk meningkatkan kemampuan dalam merencanakan, menyiapkan bahan, melaksanakan, menerapkan metodologi, evaluasi dan melakukan bimbingan lanjutan, teknologi serta pengembangan pasar,

3) Pengkaderan diarahkan untuk menumbuhkembangkan kader tani di pedesaan agar Kelembagaan Pelatihan Pertanian Swadaya mampu menjalin kerjasama dengan lembaga pendidikan lain dalam penumbuhan apresiasi, minat dan kecintaan generasi muda dibidang pertanian,  

4) Penyuluhan diarahkan untuk menumbuhkembangkan Penyuluh Pertanian Swadaya memi-liki kompetensi dalam pemberdayaan Pelaku Utama dan/atau Pelaku Usaha serta kelembagaan petani,

5) Pengembangan teknologi tepat guna diarahkan untuk mampu mengembangkan inovasi teknologi dalam rangka pengembangan Usaha Tani,

6) Media ajang promosi diarahkan untuk memperluas jejaring usaha dan pengembangan informasi teknologi

Sampai kini Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Kementerian Pertanian telah menumbuh-kembangkan sekitar 876 (P4S) yang teregristasi tersebar di seluruh propinsi Indonesia. Hadirnya P4S merupakan mitra bagi pemerintah yang selama ini mengandalkan Balai Pelatihan dan Balai Penyuluhan sebagai tempat pengembangan sumberdaya manusia (SDM) pertanian. Beberapa P4S, bahkan sudah digunakan untuk magang orang asing (manca Negara), dan tentu saja termasuk kategori handal mendukung kelembagaan  SDM di Indonesia.

P4S Hidayah di Kabupaten Tabanan Bali, salah satu kelembagaan sumberdaya manusia sepanjang tahun sangat padat aktifitasnya. Memiliki wilayah strategis di pegunungan Bedugul pada ketinggian 1200 DPL dan ditunjang panorama danau Baratan, sangat memberikan dayatarik untuk belajar sambil berwisata. Dalam kiprahnya sejak berdiri telah banyak menghasilkan alumni magang, pengembangan usaha strawberry sebagai unggulan dan jejaring usaha terutama pengembangan anggrek lokal Bali. (*)

*)Tri Handajani, Widyaiswara Ahli Utama Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu

Jurnalis : Tri Handajani (CR-103)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration