Peristiwa - Daerah

Tabrak Monyet, Pemotor di Banyuwangi Luka Parah

Tabrak Monyet, Pemotor di Banyuwangi Luka Parah Ilustrasi monyet yang melintas dan menabrak dua pengendara di Banyuwangi. (Foto: Roghib Mabrur/TIMES Indonesia)
Senin, 16 September 2019 - 09:32

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Suasana riang dan gembira seusai menyaksikan Festival Petik Laut Muncar, hari minggu tanggal 15 September 2019 kemarin berubah menjadi petaka. Ini terjadi saat Erika Dwy Septya Ningrum (22) bersama teman perempuannya inisial W (tidak ingin disebutkan identitasnya) yang mengendarai motor menuju pulang ke rumah menabrak monyet.

Peristiwa yang terjadi di depan PLN Muncar ini membuat Erika dan kawannya terjatuh dan terluka parah.

Kronologi kejadian sangat begitu cepat. Tepat jam 12.00 WIB, Erika dibonceng "W" menuju pulang ke rumah, usai menyaksikan tradisi Petik Laut Muncar. Saat hampir sampai di depan kantor PLN Muncar yang berjarak 10 meter, Erika bersama "W" sempat melihat ada seekor monyet bertubuh besar yang tiba-tiba saja menyeberang dari arah utara.

Monyet tersebut melangkah dan melompat dengan kencang menghantam pemotor yang melaju dari arah barat (arah Srono). Monyet itu kemudian terpental dan menabrak Erika sehingga terjatuh.

Erika mengalami luka-luka ringan, sementara "W" mengalami luka sobek dibagian janggut dan dibawah hidung.

"Pukul 12 siang kita pulang, usai melihat Petik Laut Muncar, kita dari arah timur. Padahal kecepatan Gak kencang-kencang amat kok, kisaran 50 Km/jam. Nah pas di depannya PLN Muncar itu kan banyak sawah-sawahan, kira-kira jarak 10 Meter, kita melihat monyet besar itu nyebrang dari arah utara," kata korban asal Muncar, Senin (15/09/2019).

Erika menjelaskan monyet besar tersebut menyeberang tiba-tiba. Kebetulan dari arah barat itu ada pengendara motor boncengan dua orang laki-laki. 

"Ukuran monyetnya itu gede banget loh, bukan monyet yang cimil-cimil (kecil-kecil) kayak di Baluran gitu, kita itu sampai teriak Astagfirullah!!! Kita tahu kok ukurannya seberapa besar. Ukuran monyetnya itu sebesar lutung, seperti anak anjing yang besar," kata Erika sambil menyimpan trauma yang mendalam.

Pertama kejadian monyet itu langsung menabrak pengendara dari arah barat, motor yang dikendarai kedua orang laki-laki tersebut, seketika ambruk dan monyet tersebut terpental menabrak motor Erika.

"Nah! kene ki wes ngerem sebenere tapi gak nutut kerono jarak.e terlalu cedek (Nah! sebenarnya kita itu sudah mengerem karena jaraknya terlalu dekat), motor pengendara pria tadi ambruknya ke arah utara sedangkan motor kita ambruk ke arah selatan," ungkap Erika sambil ekspresif.

Erika menambahkan jika monyet tersebut tertabrak dua kali, karena ia tiba-tiba menyeberang di jalan raya penghubung dua kecamatan yakni kecamatan Muncar dan Srono.

"Monyetnya itu sempat tertabrak dua kali. Saya sempat mendenga kata orang yang melihat kejadian itu, habis tertabrak, Monyetnya sempat kejel-kejel (Kejal-kejal) dan langsung lari ke arah utara," kata Erika.

Erika mengalami luka ringan berupa boncel-boncel pada tubuhnya dan "W" sempat dilarikan ke Klinik PKU Muncar, karena mengalami luka parah pada bagian janggut dan dibawah hidungnya robek. Sempat akan dilakukan operasi jahit, namun si "W" menolak dan diberikan penangan berupa di perban. Sementara pengendara motor laki-laki tersebut hanya mengalami luka ringan saja.

Sewaktu kejadian kondisi korban dipinggirkan ke tepi jalan, ditolong oleh warga sekitar.

Erika bercerita sempat mendengar dari perbincangan warga yang menolongnya bahwa monyet itu sering berkeliaran di area pemukiman warga dan mengganggu warga di sekitar wilayah Muncar, bahkan saksi mata mengatakan memang sudah beberapa hari ini monyet mengganggu warga, hingga ada warga yang dicakar. (*)

Jurnalis : Roghib Mabrur
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Banyuwangi

Komentar

Registration