Peristiwa - Nasional

KPK Ajak Tanamkan Nilai Antikorupsi Melalui Dongeng kepada Anak-Anak

KPK Ajak Tanamkan Nilai Antikorupsi Melalui Dongeng kepada Anak-Anak Komisioner KPK, Saut Situmorang saat menghadiri Pagelaran Dongeng Jogja 2019 di Obyek Wisata Pinus Sari, Mangunan, Dlingo, Bantul, Yogyakarta, Minggu (15/9/2019). (FOTO: Totok Hidayat/TIMES Indonesia)
Minggu, 15 September 2019 - 17:19

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Banyak yang bisa dilakukan pegiat antikorupsi di tanah air ketika ingin menyuarkan perang terhadap korupsi. Salah satunya dengan media dongeng. Media dongeng dinilai sangat efektif untuk menanamkan nilai-nilai antikorupsi kepada anak-anak usia dini.

“Sehingga, sangat tepat bila sejak dahulu orangtua kita sudah terbiasa menyampaikan nasehat kepada anaknya dengan cara mendongeng,” kata Komisioner KPK, Saut Situmorang usai  mendongeng di depan ratusan anak-anak dalam kegiatan Pagelaran Dongeng Jogja 2019 di Obyek Wisata Pinus Sari, Mangunan, Dlingo, Bantul, Yogyakarta, Minggu (15/9/2019). 

Menurut Saut, materi dongeng yang disampaikan dengan bahasa bertutur dan latar belakang yang dekat dengan dunia anak. Seperti, tumbuhan dan hewan lebih mudah untuk menyampaikan 9 nilai-nilai anti korupsi yang meliputi Jujur, Sederhana, Adil, Mandiri, Tanggungjawab, Kerja Keras, Berani, Disiplin dan Peduli kepada anak-anak.

Dalam kesempatan itu, Saut sempat menyinggung sikapnya yang mundur dari posisi wakil ketua KPK. Menurutnya, sikap itu diambil untuk memberikan contoh dan memastikan kepada generasi antikorupsi. Karena itu, sembilan nilai-nilai tersebut harus diberikan secara bersama-sama kepada anak-anak. 

“Tidak akan terbentuk generasi antikorupsi bila hanya sebagian nilai yang disampaikan. Karena itu, sembilan nilai tersebut harus disampaikan kepada anak-anak,” terang Saut.

Saut memastikan kegiatan ini sudah menjadi agenda KPK sejak lama. Sebab, Undang-Undang mengamanatkan pendidikan Integritas  oleh KPK harus masuk ke semua jenjang pendidikan.

Namun, keterbatasan cakupan ekonomi dan materi menjadi alasan kegiatan baru terselenggara saat ini. Setelah dimulai maka kegiatan ini harus dilanjutkan secara rutin. Sambil rerus melakukan penyempurnaan pada pelaksanaan berikutnya. Sebab bila disampaikan secara insidental dipastikan tidak akan efektif.

“Ibarat menyikat gigi, bila tidak dilakukan secara rutin. Maka, tetap akan dapat sakit gigi,” ungkap Saut.

Pengelola Obyek Wisata Pinus Sari, Purwo Harsono menerangkan, kegiatan ini merupakan kerjasama dengan rumah dongeng mentari dan KPK.

Sebagai tindak lanjut terhadap kegiatan ini, pihaknya akan membuka rumah baca di komplek obyek wisata dengan koleksi buku-buku yang memuat pesan antikorupsi. Menurutnya, bangunan untuk rumah baca sudah siap dipergunakan.

“Selain dari KPK, pengelola juga menerima sumbangan buku dari pihak lain untuk koleksi rumah baca. Termasuk buku dongeng yang memuat nilai-nilai antikorupsi untuk anak-anak,” terang Ipung, sapaan akrab Purwo Harsono. (*)

Jurnalis : Totok Hidayat (MG-199)
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Yogyakarta

Komentar

Registration