Senin, 23 September 2019
Peristiwa - Daerah

Soal Bau Tidak Sedap di Sungai Gandong, DLH Magetan: Limbah Kulit Sudah Overload

Soal Bau Tidak Sedap di Sungai Gandong, DLH Magetan: Limbah Kulit Sudah Overload Kondisi air sungai Gandong yang tercemar limbah kulit dari LIK Magetan. (Foto: M Kilat Adinugroho/TIMES Indonesia)
Jum'at, 13 September 2019 - 20:45

TIMESINDONESIA, MAGETAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magetan menyebut bau tidak sedap di sungai Gandong berasal dari limbah Lingkungan Industri Kulit (LIK) Magetan. Pasalnya, jumlah produksi limbah kulit yang dibuang di sungai tersebut jumlahnya semakin meningkat.

"Adanya bau limbah yang selama ini mengganggu warga dikarenakan produksi limbah kulit yang terus meningkat," ujar Plt Kepala DLH Magetan, Saif Muchlisun, (13/9/2019).

Sungai-Tercemar-2.jpg

Berdasarkan informasi, jumlah limbah kulit di LIK Magetan setiap harinya mencapai kurang lebih sekitar 1700 meter kubik. Sedangkan, kondisi saat ini sungai Gandong sudah tidak mampu lagi mengurai limbah tersebut. "Limbah kulit ini sudah overload. Ini permasalahan lama yang harus diurai," terangnya.

Selain itu, akibat kemarau panjang debet air di sungai Gandong semakin berkurang. Sehingga, limbah sulit diurai dan menyebabkan bau tidak sedap. "Setiap hari limbah dibuang ke sungai, jadi susah diurai kalau musim kemarau," jelasnya.

Sungai-Tercemar-3.jpg

Diberitakan sebelumnya, Warga Jalan Thamrin, Kelurahan Kauman, Kecamatan/Kabupaten Magetan, Jawa Timur, memiliki cara yang unik untuk menyampaikan aspirasi terkait keluhan bau limbah di kawasan sungai Gandong kepada Pemkab setempat. Yakni, dengan menjadikan tempat tersebut sebagai lokasi wisata baru di Magetan, seperti yang terpampang dalam banner.

Menurut warga, bau tidak sedap di sungai Gandong berasal dari limbah dari Lingkungan Industri Kulit (LIK) yang dibuang ke sungai Gandong. Kondisi itu, sudah terjadi selama bertahun-tahun hingga memicu kekesalan warga Magetan(*)

Jurnalis : MK Adinugroho Syaifullah
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Magetan

Komentar

Registration