Kopi TIMES

Bulan Muharram adalah Muhasabah Kehidupan

Bulan Muharram adalah Muhasabah Kehidupan Kukuh Santoso, M.Pd., Dosen FAI Unisma Malang dan ketua Takmir Masjid Ainul Yaqin Unisma Malang. (Grafis: TIMES Indonesia)
Jum'at, 13 September 2019 - 13:33

TIMESINDONESIA, MALANGMUHASABAH sangat penting untuk kita lakukan dengan tujuan mencermati diri kita sendiri bukan semata-mata dalam sisi kelebihan-kelebihan yang membuat kita percaya diri, melainkan dosa-dosa, kekurangan dan kekhilafan yang membuat kita memperbaiki diri. Muhasabah sebagai tolak ukur untuk mengoreksi kemampuan kita dalam mengelola karunia yang Allah berikan kepada kita yaitu akal dan nafsu.

Sudahkah akal kita memberikan sumbangsih pemikiran untuk kemaslahatan umat dan sudahkah nafsu kita mampu menuntun kebaikan-kebaikan yang kita tebarkan. Disinilah letak kita bagaimana pentingnya mengembalikan, mensinergikan dan merevitalisasi kembali dua fungsi (akal dan nafsu) yang terkadang selalu berseberangan dengan kita melalui intropeksi.

Sayyidina Umar bin Khattab berkata: “Hisablah diri (introspeksi) kalian sebelum kalian dihisab, dan berhias dirilah kalian untuk menghadapi penyingkapan yang besar (hisab). Sesungguhnya hisab pada hari kiamat akan menjadi ringan hanya bagi orang yang selalu menghisab dirinya saat hidup di dunia.”

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Islam mengajarkan agar kita untuk selalu menjadi lebih baik dari hari ke hari, bulan ke bulan dan tahun ke tahun, di bulan muharram menjadi momentum terbaik untuk berbenah dan merubah kehidupan kita. Rasulullah SAW bersabda: (“Siapa harinya lebih baik dari kemarin maka beruntung, siapa yang harinya sama dengan kemarin maka merugi, dan siapa yang harinya lebih buruk dari kemarin maka celaka)," Maka kita wajib berubah dan berbenah.

Berubah sama dengan bergerak, berbenah juga bergerak; sebagaimana disampaikan dalam shahibul talimu mutaalim, syekh Burhanuddin Az-Zarnuji bahwa setiap usaha untuk mencapai hasil yang lebih banyak, derajat yang lebih tinggi niscaya dibutuhkan bergerak menuju ke arah yang lebih baik. Karena sesungguhnya berkah itu tidak akan lahir tanpa ada gerakan Likulli ila syawil ula harakatun

Salah dan lupa adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam diri kita, namun Allah SWT dengan sifat rahman, rahim dan maghfirahnya memberikan jalan bagi kita untuk mengingat,menyadari dan memperbaiki kekhilafan diri kita di hadapan-Nya, dengan menghapus dosa-dosa kita  dan mengangkat derajat kita semuanya. Kemurahan Allah semakin membawa kesadaran bagi hambanya untuk selalu mensyukuri nikmat dan karunia Allah SWT kepada kita semuanya.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Manusia yang baik bukan yang tidak pernah melakukan kesalahan akan tetapi manusia yang baik adalah manusia yang selalu menyadari dan memperbaiki kesalahannya, tidak ada orang yang paling baik baik dimuka bumi ini melainkan dia pernah berbuat salah dan tidak ada orang paling jelek/buruk dimuka bumi ini melainkan dia pernah berbuat baik.

Mari Momentum yang penuh berkah ini yaitu bulan muharram,kita gunakan untuk muhasabah intropeksi dengan merenungkan kembali diri kita sebagai mahkluk insan kamil yang selalu menebar cinta kepada sesama, persatuan kepada anak bangsa, cinta kepada agama dan negara, membawa pesan perdamaian sebagai perwujudan mahkluk allah yang sempurna memberikan pesan rahmatan lil a’lamin kepada dunia. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Penulis: Kukuh Santoso, M.Pd., Dosen FAI Unisma Malang dan ketua Takmir Masjid Ainul Yaqin Unisma Malang.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

Jurnalis : Humas Unisma
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration