Senin, 23 September 2019
Peristiwa - Nasional

BJ Habibie Wafat, Mentan RI Ungkapkan Bela Sungkawa untuk Bapak Bangsa

BJ Habibie Wafat, Mentan RI Ungkapkan Bela Sungkawa untuk Bapak Bangsa Mentan RI Andi Amran Sulaiman saat takziah di rumah duka Presiden ke-3 RI , BJ Habibie, Jakarta. (FOTO: Kementan for TIMES Indonesia)
Rabu, 11 September 2019 - 22:05

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menteri Pertanian RI (Mentan RI) Andi Amran Sulaiman menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Presiden ke-3 RI, Prof Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) pada Rabu (11/9/2019) petang.

Amran mengaku terpukul karena BJ Habibie merupakan sosok panutan yang menjadi guru besar bagi bangsa Indonesia. Selain itu, BJ Habibie memperjuangkan modernisasi pembangunan.

"Pertama, Inallilahi wainalillahi rojiun. Saya menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya bapak bangsa yang sangat mencintai Indonesia. Kedua, tentu kepergian beliau sangat meninggalkan kesedihan bagi saya dan seluruh rakyat Indonesia," ujar Amran, Rabu (11/9/2019) malam.

Di mata Amran, sosok BJ Habibie ini adalah tokoh bangsa yang sudah berjasa besar bagi Indonesia karena mengharumkan negara di mata dunia. Amran juga mengaku bangga karena Habibie berasal dari Sulawesi Selatan, tempat Amran dilahirkan dan dibesarkan.

"Sebagai seseorang yang sama dilahirkan dari Sulawesi Selatan, saya bangga sekali dengan apa yang telah beliau berikan pada bangsa ini. Sekali lagi, mari kita iringi kepergian beliau dengan al Fatihah," katanya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Amran datang bersama Ketua MA Hatta Ali dan sejumlah tokoh lainnya. Kemudian nampak hadir diantaranya Wakil Presiden terpilih KH Ma'ruf Amin.

"Berduka cita sedalam-dalamnya dengan meninggalnya bapak Profesor Baharuddin Jusuf Habibie sebagai Presiden ketiga. Di mana hal yang mengesankan dari beliau ini, beliau sangat memperhatikan. Dan selama beliau tidak menjabat tetap aktif untuk keutuhan bangsa dan negara," uajr Hatta Ali.

BJ Habibie meninggal di RSPAD Gatot Soebroto pada Rabu petang, akibat sakit yang dideritanya sejak lama dan mulai dirawat sejak 1 September 2019 lalu. (*)

Jurnalis : Edy Junaedi Ds (MG-57)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration