Selasa, 17 September 2019
Politik

Ambil Formulir Cabup Malang Diangka 11-11, Inilah Falsafah Hasan Abadi

Ambil Formulir Cabup Malang Diangka 11-11, Inilah Falsafah Hasan Abadi Hasan Abadi. (dok/TI)
Rabu, 11 September 2019 - 18:13

TIMESINDONESIA, MALANG – Dr Hasan Abadi, resmi mengambil formulir dan sekaligus mengambalikan berkas Calon Bupati Malang ke PDI Perjuangan tepat pada pukul 11, tanggal 11 September 2019. Ada apa dengan angka 11-11? Ternyata ada falsafah sendiri ia mengambil di angka tersebut.  

Hasan Abadi yang menjabat Rektor Unira Malang itu bersama pengurus PAC dan Ranting PDI Perjuangan mengambil formulis dan sekaligus mengembalikan berkasnya ke kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang di Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (11/9/2019).

Ia ambil formulir pendaftaran pada pukul 11.00 WIB tanggal 11 September 2019. Mengambil formulir pada pukul dan tanggal itu (11-11), karena berdasar pada Al Quran sebagai landasan hidup manusia yang beragama Islam.

Selain berdasar Al Quran katanya, juga diperkuat dengan beberapa kitab Tafsir Al Quran. “Itu falsafah kami ambil formulir di jam 11.00 WIB dan tanggal 11 September. Semoga menjadi berkah bagi sy dan seluruh masyarakat Kabupaten Malang,” terangnya, kepada TIMES Indonesia, usai ambil formulir.

Hasan Abadi yang akan mengusung slogan “Malang Gemilang” itu, berkeinginan atau bercita-cita dengan Malang Gemilang, seluruh masyarakat Kabupaten Malang, bisa gemilang dalam segela sektor.

Pihaknya ingin membawa Kabupaten Malang menjadi Kabupaten yang gemilang. Yakni: Pendidikannya gemilang, masyarakatnya gemilang, wisatanya gemilang, pelayanan pemerintahnya kepada masyarakat juga gemilang, desanya dan kelurahannya menjadi gemilang. “Saatnya desa atau kelurahan membangun Kabupaten Malang untuk Indonesia yang gemilang,” katanya.

Untuk landasa atau falsafah mengambil angka 11-11 terangnya, sesuai dengan surat Hud ayat 11 dalam Al Quran. Yang artinya, “Kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar”.

Adapun tafsirnya, sesuai dengan kitab tasir Al Quran, akan tetapi, orang-orang yang bersabar menghadapi apa yang menimpa mereka berupa kesulitan hidup, karena keimanan mereka kepada Allah dan harapan mereka memperoleh pahala dari sisi-Nya, dan mereka mengerjakan amal shalih sebagai ungkapan syukur kepada Allah atas nikmat-nikmatNya, mereka itulah orang-orang yang mendapat ampunan dari dosa-dosa mereka dan pahala besar di akhirat kelak.

Selanjutnya, menurut Tafsir al Jalalain: (Kecuali) tetapi (orang-orang yang sabar) terhadap bencana (dan mengerjakan amal-amal saleh) sewaktu diberi kebahagiaan (mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar) yaitu surga.

Tak hanya itu, menurut tafsir Al-Muyassar: Kecuali orang-orang yang sabar dalam menghadapi kesulitan, menjalankan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan, serta senantiasa mengerjakan amal saleh. Orang-orang seperti itu akan berbeda kondisinya. Mereka tidak akan merasa putus asa, tidak akan mengingkari nikmat Allah dan tidak akan menyombongkan diri kepada orang lain. Orang-orang semacam itu akan diampuni dosa-dosanya oleh Tuhan mereka. Dan mereka akan mendapatkan balasan yang sangat besar di Akhirat.

Selanjutnya, menurut tafsir Al-Mukhtashar jelas Hasan Abadi, bahwa akan tetapi orang-orang yang sabar memiliki sikap yang berbeda; mereka tetap teguh dalam dua situasi tersebut, yakni tetap menyikapinya dengan rasa syukur; mereka tetap meningat Allah ketika kenikmatan hilang, dan tetap mengingat Allah ketika musibah hilang sebab mereka tahu bahwa kenikmatan itu datang dari Allah sehingga mereka tidak menyombongkan diri.

Menurut Tafsir Al-Wajiz, Yakni, Insan yang beriman lagi taat kepada Allah dan rasul-Nya, mereka berada di sisi lain. Ketika memperoleh kebaikan mereka bersyukur, dan bersabar ketika tertimpa keburukan. Hal itu di karenakan cahaya iman dalam hati mereka dan amalan yang suci pada diri mereka.

Hasan juga menyampaikan ayat tersebut dalam Tafsir Al Bisbah bahwa: Dan tak ada yang dapat terbebas dari watak yang tercela ini kecuali orang-orang yang selalu sabar dalam menghadapi pelbagai kesulitan dan tetap melakukan amal saleh di kala senang maupun susah. Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan ampunan dari segala dosa dan memperoleh ganjaran yang berlipat ganda atas amal saleh yang mereka kerjakan.

Terakhir, menurut Tafsir Ibu Katsir, yang ditulis oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi: Kecuali orang-orang yang sabar. Yakni sabar dalam menghadapi bencana dan kesengsaraan. Dan mengerjakan amal-amal saleh. Yaitu dalam keadaan sehat dan sejahtera. Mereka itu beroleh ampunan. Yakni karena bencana yang telah menimpa mereka. Dan pahala yang besar. Karena apa yang telah mereka perbuat di masa makmur dan sejahteranya.

Hasan mengaku, bijakan dirinya, adalah QS. Al-‘Asr [103]: 1-3 yang artinya: Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.

“Mencoba berikhtiar bersama masyarakat Kabupaten Malang untuk menata Kabupaten Malang dengan lebih baik lagi. Yang sudah baik dilanjutkan, yang buruh harus segera distop. Hal itu harus dilakukan Bersama-sama dengan masyarakat,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Abdul Qodir, Koordinator Tim Validasi Data Panitia Penjaringan bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati di PDI Perjuangan Kabupaten Malang, bahwa PDI Perjuangan sendiri menyambut positif dari makna Filosofi yang dipakai oleh Hasan abadi tersebut.

“Falsafah tersebut sudah berkesinambungan dengan apa yang diusung PDI Perjuangan. Karena rahim PDI Perjuangan memang ditakdirkan untuk melahirkan pemimpin pemimpin besar, yang memahami kebutuhan wong cilik, seperti Pak Jokowi, Ibu Risma, Pak Ganjar dan banyak lagi tokoh PDI Perjuangan lainnya,” katanya, ditemui usai menerima Hasan Abadi mengambil formulir Calon Bupati Malang di kantor PDI Perjuangan. (*)

Jurnalis : Binar Gumilang
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Registration