Senin, 23 September 2019
Ketahanan Informasi

ACT Inisiasi Gerakan Nasional #IndonesiaDermawan, ini Tujuannya

ACT Inisiasi Gerakan Nasional #IndonesiaDermawan, ini Tujuannya Gerakan Nasional #IndonesiaDermawan mengajak masyarakat untuk memberikan kontribusi terbaiknya, tidak hanya dalam mengatasi bencana alam, tetapi juga kemiskinan dan krisis kemanusiaan. (FOTO: AJP/TIMES Indonesia)
Selasa, 10 September 2019 - 13:53

TIMESINDONESIA, JAKARTAACT (Aksi Cepat Tanggap) menginisiasi Gerakan Nasional #IndonesiaDermawan. Gerakan ini mengharapkan kegiatan kedermawanan menjadi rutinitas yang tidak dapat ditinggalkan.

Gerakan ini, ACT mengajak seluruh segmen dermawan mulai dari media, donatur, komunitas, public figure, korporasi, UMKM, e-commerce, driver, ​influencer, dan segmen lainnya untuk menjadi bagian dari gerakan untuk mengaktifkan kembali nilai-nilai kedermawanan seperti gotong-royong yang merupakan karakter terbaik bangsa.

Ibnu Khajar selaku Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) menjelaskan gerakan ini hadir dalam menjawab tantangan problematika masyarakat seperti kemiskinan, kelaparan, masalah pendidikan, dan kesehatan yang terjadi di negeri ini dan penjuru dunia pada umumnya.

ACT-Inisiasi-Gerakan-Nasional-2.jpg

“Kedermawanan kian menyatu pada jati diri masyarakat Indonesia. Setidaknya, ini yang kami rasakan selama empat belas tahun perjalanan ACT. Kedermawanan menemukan momentumnya ketika terjadi bencana atau ketika hati tergugah untuk membantu saudara yang membutuhkan," jelasnya.

Ia menmabahkan anak bangsa daoat berkolaborasi dalam semangat filantropi, menghidupkan kembali kebersamaan dalam aksi-aksi kebaikan.

"Kami pun terus berikhtiar menghimpun kesadaran filantropi dari masyarakat dermawan agar semangat gotong-royong dan kepedulian muncul tanpa menunggu momentum,” ungkapnya.

Filantropi, sejauh ini, memberikan kontribusi dalam menghadapi isu kemiskinan dan berbagai problem kemanusiaan yang terjadi melalui berbagai program bantuan langsung dan program pemberdayaan dengan memperhatikan potensi yang dimiliki oleh masyarakat.

“Indonesia, kita bangsa dermawan. Filantropi menjadi energi optimisme dalam menyelesaikan problematika bangsa dengan menggerakan partisipasi aktif berbagai elemen bangsa," kata Ibnu.

Cara kerja filantropi, lanjut Ibnu dapat dihimpun dari semangat kedermawanan yang organik dengan kesadaran individu maupun kolektif. Indonesia dermawan, semoga negeri ini menjadi bangsa yang diselamatkan oleh Rabb-nya, dicintai seluruh elemen bangsa, dan dihormati bangsa lain.

ACT-Inisiasi-Gerakan-Nasional-3.jpg

Potensi kedermawanan dalam mengatasi bencana sosial yang muncul secara kultural maupun struktural sejatinya dapat diringankan dengan kegiatan-kegiatan filantropi.

"Insya Allah, gerakan ini akan menjadi saksi peradaban Indonesia yang semakin maju dan berkembang serta menghidupkan kembali kebersamaan dalam aksi-aksi kebaikan,” tambah Ibnu.

Sementara itu Syuhelmaidi Syukur, Steering Committee Gerakan Nasional Indonesia Dermawan berharap Gerakan Nasional #IndonesiaDermawan menjadi sebuah gerakan inklusif untuk menginspirasi publik dalam berkontribusi dan menjadi solusi permasalahan kemanusiaan di Indonesia serta dunia secara terus-menerus, tanpa menunggu momen-momen tertentu.

"Gerakan ini juga merupakan gerkaan simultan di masing-masing wilayah di Indonesia untuk semakin tersebarnya nilai-nilai kedermawanan dan menjadi sebuah titik awal dari lahirnya Hari Indonesia Dermawan setiap tanggal 10 September,” ungkapnya.

Ia mengajak semua elemen masyarakat bersama ACT menyukseskan #IndonesiaDermawan. (*)

Jurnalis : Syuheilmeidi (CR-117)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

Komentar

Registration