Selasa, 17 September 2019
Kopi TIMES

Jejak Arah Mahasiswa

Jejak Arah Mahasiswa Muhammad Afifuddin, Ketua Bidang Litbang Jaringan Satu Indonesia (JSI)
Selasa, 10 September 2019 - 23:26

TIMESINDONESIA, JAKARTAMANUSIA sebagai insan yang memiliki kesempatan untuk berikhtiar dan melakukan sesuatu sesuai hati nuraninya, maka sudah sepantasnya kita semua memanfaatkan waktu untuk melakukan yang terbaik sesuai seni kita dimanapun kita berada.

Misalnya, seorang anak ikthtiarnya adalah berbakti pada orang tua, seorang murid ikhtiarnya adalah tawaddu’ pada guru dan seorang mahasiswa ikhtiarnya menjadi agent of change dan iron stock untuk masa depan.

Perlu diketahui bahwa menjadi mahasiswa adalah sebuah keistimewaan bagi setiap anak muda di negeri ini, meski banyak yang bisa belajar di bangku kuliah namun masih banyak juga mereka yang terputus sekolahnya pasca lulus di sekolah menengah atas (SMA) karena beberapa factor yang salah satunya adalah Ekonomi.

Kebanggaan tersendiri bagi setiap manusia untuk bisa menjadi mahasiswa, justru itu perlu dimaksimalkan dan diinvestasikan waktunya dengan hal-hal yang berguna dan bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

Berproses adalah kata yang tepat untuk mahasiswa dalam beraktivitas di luar kelas misalnya gabung di beberapa organisasi kemahasiswaan, melibatkan diri menjadi relawan kegiatan NGO dalam segala aspek kehidupan, hingga berkontribusi dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Arti sebuah proses adalah melakukan sesuatu untuk menambahkan apa yang perlu kita tambah, melengkapi apa yang menurut kita kurang, dan mengkontribusikan apa yang ada dalam diri kita untuk orang lain, baik kontribusi waktu, tenaga, gagasan hingga tindakan nyata.

Mahasiswa sejatinya tak perlu sebuah eksistensi dalam proses, mereka hanya perlu tempat untuk mengasah diri menjadi lebih baik dan hingga keberadaannya membuat tempat itu berkembang dan bisa menggerakkan setiap orang disekitarnya bergerak untuk maju. Tak perlu khawatir akan hasil yang akan didapatkan, sebuah proses yang akan menjawabnya.

Dalam salah satu buku filosofi teras yang penulis baca, disana tertulis, kembali pada apa hal-hal yang ada dalam kendalimu, jangan pernah kecewa dan bahkan putus asa hanya karena efek external yang sebenarnya itu bukan dalam pengendalianmu.

Penulis tertarik dengan salah satu kata disana bahwa yang kamu bisa kendalikan dalam sebuah proses adalah do your best. Jangan berfikir apa yang akan kamu dapatkan namun apa yang telah kamu lakukan dan kontribusikan dalam arti sebuah berproses.

Beberapa mahasiswa saat ini selalu banyak berfikir bahwa ketika ia berproses, ia harus mengedepankan sebuah kepentingan dan harus tercapai di masa yang sudah ditargetkan, namun mereka sering lupa bahwa proses adalah sesuatu tindakan yang tak perlu difikirkan apa hasilnya namun yang perlu di perhatikan sejauh mana kita melakukan sebuah tindakan untuk mengembangkan jati diri, mengasah kepemimpinan, peka akan kehidupan social serta arti sebuah kekeluargaan.

Berbicara soal sebuah proses dan tujuan tidak lepas dari seorang hamba yang amatiran, selalu ingin dipuji dan ingin dibanggakan apa yang ia telah lakukan walau sedikit dan selalu berfikir bahwa ketika tidak diapersiasi ia akan menganggap sebuah kejahatan intelektual.

Sejatinya benar apa yang sebagian dari mereka katakan namun jangan terlalu focus pada itu, sebab kita nantinya akan terfokus pada sebuah hasil yang ketika kita tak mendapatkannya kita akan berhenti untuk berproses dan berkontribusi.

Definisi proses tak cukup penulis paparkan dalam satu lembar tulisan singkat ini namun penulis sengaja menyampaikan pesan ini untuk seluruh mahasiswa yang saat ini masih dalam proses ikhtiar dimanapun, mari kita kembali pada hal-hal yang ada dalam kendali kita yaitu melakukan yang terbaik dari apa yang telah orang lain percayai kepada kita karena tak semua orang mendapatkan kesempatan seperti kita sebagai mahasiswa yang berproses dan untuk sebuah hasil biarlah Tuhan dan orang yang disekitar kita yang menilainya dan mengapresiasi hasil dari proses kita.(*)

* Penulis, Muhammad Afifuddin, Ketua Bidang Litbang Jaringan Satu Indonesia (JSI) yang saat ini juga menjabat Kepala Trainer MEC Indonesia Branch Bandung

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

Jurnalis :
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sholihin Nur

Komentar

Registration