Selasa, 17 September 2019
Peristiwa

Pimpinan NU dan Muhammadiyah Dipilih Jadi Wapres Religion for Peace

Pimpinan NU dan Muhammadiyah Dipilih Jadi Wapres Religion for Peace Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Sirodj (Grafis: TIMES Indonesia)
Selasa, 10 September 2019 - 10:40

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Dua tokoh Indonesia dipilih menjadi vice president atau wakil presiden Religion for Peace. Keduanya adalah Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj dan Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Hal itu disampaikan secara resmi oleh Deputy Secretary General Religion for Peace, Rev Kyoichi Sugino di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (9/9/2019).

Menurutnya, keputusan itu terlahir dari Sidang Umum Kesepuluh Religion for Peace di Jerman yang dihadiri pada pemimpin agama-agama sedunia. "Para tokoh agama tersebut berasal dari 125 negara yang berjumlah 900 orang," ungkap Kyoichi sebagaimana dikutip dari NU Online.

Pria berkebangsaan Jepang itu menyampaikan jika alasan pemilihan tersebut didasari kesuksesan keduanya memimpin ormas terbesar di negara Muslim terbesar di seluruh dunia, sekaligus ormas yang menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang damai.

"Dua organisasi ini (NU dan Muhammadiyah) memberi contoh konkret model beragama yang membawa damai dalam kehidupan demokrasi Indonesia, dan itu Pancasila, bukan lagi diskusi, tapi mereka sudah melakukannya," imbuh Kyoichi. 

Para pemimpin agama dunia berharap dua tokoh perwakilan Muslim Indonesia yang akan mengemban amanah tersebut selama lima tahun ke depan, akan menyebarkan ide-idenya agar model keberagamaan di Indonesia tak hanya dirasakan di Indonesia, tapi oleh dunia. 

Religion for Peace sendiri adalah pengganti World Conference on Religion and Peace (WCRP). Di era 1990-an, Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid pernah mengemban amanah sebagai presidennya. Saat itu juga ada tokoh lain yang tergabung yakni Syafi’i Ma’arif dari PP Muhammadiyah dan Gedong Bagus Oka. (*)

Jurnalis : Sholihin Nur
Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Dhian Mega
Sumber : NU Online

Komentar

Registration