Olahraga Liga 1

Kecolongan Rp 550 Juta, Ini Upaya Arema FC Hindari Sanksi di Putaran Kedua

Kecolongan Rp 550 Juta, Ini Upaya Arema FC Hindari Sanksi di Putaran Kedua Sylvano Comvalius (FOTO: Tria Adha/TIMES Indonesia)
Senin, 09 September 2019 - 13:37

TIMESINDONESIA, MALANG – Besarnya total denda akibat ulah penonton pada putaran pertama Liga 1 2019 membuat Panpel  Arema FC was-was. Mereka menyiapkan strategi untuk menghindari sanksi di putaran kedua Liga 1 2019.

Strategi tersebut menurut Abdul Haris sifatnya lebih pada upaya pencegahan untuk memperketat pengamanan di pintu-pintu masuk.  “Setelah  banyaknya sanksi yang diterima oleh Arema FC di putaran pertama lalu, akhirnya kami melakukan evaluasi. Untuk putaran kedua kami akan melakukan pengamanan lebih ketat lagi,” ungkap Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris.

Tak hanya terkait pengamanan, Panpel Arema FC juga akan lebih gencar dalam melakukan pendekatan pada suporter terkait sosialisasi hal-hal yang bisa berujung pada sanksi denda yang justru merugikan klub.

“Sosialisasi akan terus kita lakukan. Aremania sejatinya adalah suporter yang tertib dan santun, mereka paham batasan-batasan. Mana yang bisa kena sanksi dan tidak,  untuk sanksi  kemarin, kemungkinan besar itu adalah ulah oknum, segelintir suporter. Buktinya Aremania pasti akan menegur jika ada rekannya yang melakukan kejadian diluar batas” ungkap Abdul Haris.

Di sisi lain, Abdul Haris menilai bahwa  sebelum menjatuhkan sanksi, Komdis hendaknya lebih objektif dalam memandang suatu masalah. Menurutnya Panpel Arema FC  memiliki prosedur  dalam  menyikapi adanya kejadian yang menjurus pada sanksi.  “Ketika ada kejadian, Panpel juga tidak diam. Kami sudah memiliki prosedur bagaimana  mengamankan saat di lapangan” ungkapnya.

Pada putaran pertama lalu, Arema FC memiliki total pengeluaran paling banyak dibandingkan dengan klub-klub lainnya. Total keputusan Komdis PSSI denda Arema FC mencapai setengah miliar lebih dengan total 550 Juta.(*)

Jurnalis : Ovan Setiawan
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Registration