Ketahanan Informasi

Wow, Mahasiswa Unair Surabaya Raih Juara II Konferensi di Harvard University

Wow, Mahasiswa Unair Surabaya Raih Juara II Konferensi di Harvard University Thesalonica berhasil meraih Juara II pada event impact challenge HPAIR Asia Conference. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
Selasa, 27 Agustus 2019 - 14:22

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Thesalonica Shinta Pramita Natalia Kurniawan Frans, mahasiswa Unair Surabaya turut mengambil bagian dari Harvard Project for Asian and International Relations (HPAIR) Asia Conference 2019.

Kegiatan ini digelar di Khazakhstan selama lima hari (16-20/8/2019).

HPAIR Asia Conference merupakan salah satu ajang bergengsi yang diadakan oleh Universitas Harvard. Kegiatan ini diisi dengan berbagai kegiatan yang menarik meliputi seminar, diskusi panel, dan impact challenge.

Thesalonica mengisahkan awalnya ia mengetahui informasi terkait ajang HPAIR Asia Conference lewat instagram. Ia pun segera melakukan pendaftaran melalui website. Thesalonica kemudian mengikuti tahap seleksi berkas dan wawancara hingga dinyatakan lolos menjadi peserta.

Thesalonica-Duta-Besar-RI.jpgThesalonica berfoto bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Khazakhstan.

Thesalonica berkesempatan untuk mengikuti tiga event penting yang ada di HPAIR Asia Conference. Ia mengikuti seminar bertemakan “Passion for Change” yang menghadirkan pembicara dari berbagai negara. Pembicara ternama yang turut hadir dalam seminar tersebut di antaranya Ban Ki Moon dan Muhammad Chatib Basri.

“Saya juga mengikuti panel discussion dan impact challenge. Untuk pannel discussion, track yang saya pilih adalah social policy and justice, dimana topik tersebut fokus kepada isu perdagangan manusia,” ucap Thesalonica.

Di dalam panel tersebut, mahasiswi Fakultas Hukum (FH) itu mendiskusikan isu refugee dengan ketua UNHRC dan UNDOC. Sementara dalam impact challenge, ia ditempatkan di ERG (Eurasian Resource Group).

“Dalam impact challenge saya mendiskusikan reformasi perkembangan urban di sebuah kota dan mencari solusi untuk beralih ke gas alami. Puji Tuhan, saya berhasil mendapatkan juara kedua,” kisahnya.

Selama mengikuti HPAIR Asia Conference, Thesalonica menuturkan bahwa ia sangat bersyukur atas jejaring yang ia dapatkan. Ia berkesempatan untuk bertemu dengan banyak politikus, ketua perusahaan, hingga orang-orang berbakat yang tak akan bisa ia temui tanpa mengikuti acara ini.

“Saya juga terkesan atas keramahan orang-orang Kazakhstan, juga staf kedutaan dan Duta Besar Republik Indonesia,” ujar mahasiswi semester lima tersebut.

Thesalonica mengaku ada pengalaman dan wawasan yang ia dapatkan melalui acara tersebut. Ia pun bisa menjalin banyak jejaring yang akan sangat bermanfaat baginya di kemudian hari.

“Setelah mengikuti acara ini, saya lebih mengerti mengenai dunia dan orang-orang dari berbagai macam latar belakang. Saya juga mendapat kesempatan untuk berdiskusi terkait isu-isu kompleks,” tuturnya.

Di akhir wawancara, Thesalonica mahasiswa Unair Surabaya itu berpesan pada para mahasiswa untuk selalu melakukan yang terbaik. Ia juga mengajak para mahasiswa untuk tidak mudah menyerah apapun yang terjadi. (*)

Jurnalis : Dr. Suko Widodo (CR-135)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration