Selasa, 17 September 2019
Pendidikan

Mahasiswa Teknik Sipil Poliwangi Juara Lomba Beton Nasional

Mahasiswa Teknik Sipil Poliwangi Juara Lomba Beton Nasional Prestasi mahasiswa teknik sipil politeknik negeri Banyuwangi di tingkat nasional. (Foto : Roghib Mabrur/TIMES Indonesia)
Senin, 26 Agustus 2019 - 11:51

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Mahasiswa Program Studi (Prodi) D-III Teknik Sipil Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) kembali menjuarai lomba kuat tekan beton nasional. Kali ini tim yang dinamai Using Jinggo Poliwangi juara 1 dalam ajang nasional tersebut. Tak hanya itu, prodi yang memiliki jargon "Teknik Sipil Poliwangi Tradisi Juara" tersebut, juga menyabet kategori juara favorit.

Ajang lomba kuat tekan beton nasional ini diadakan pada 24 Agustus 2019 kemarin di Universitas Negeri Malang. Bertujuan untuk memacu kreatifitas mahasiswa dalam menciptakan sebuah inovasi beton tepat guna, sesuai temanya yaitu beton ringan tepat mutu dan ramah lingkungan dalam rangka Civil Days 2019.

Mahasiswa yang terlibat dalam ajang bergengsi tersebut terdiri 3 orang. Mereka adalah Niken Indriyani mahasiswi semester lima, M. Ali Rusdy mahasiswa semester tiga, dan Hakim Shobirin mahasiswa semester tiga. Ketiganya adalah mahasiswa Prodi Teknik Sipil.

Mahasiswa-Teknik-Sipil-Poliwangi-b.jpg

"Sebelumnya sih kami sering ikut perlombaan semacam ini. Kebetulan temanya sama tentang beton ringan juga, kami sering trial beberapa kali, jadinya kami punya komposisi yang pas," kata Niken, ketua tim Using Jinggo Poliwangi, Senin (26/8/2019).

Niken menjelaskan, dia bersama tim membutuhkan persiapan satu bulan untuk mengikuti ajang pelombaan ini. Tantangan yang hadapi selama mengikuti perlombaan yakni syarat penilaian lomba ditentukan dari ketepatan mutu rencana sebesar 18 MPa dengan berat volume kurang dari 1800 kg/m3.

"Inovasi yang digunakan adalah subtitusi batu pecah menggunakan batu karang sebesar 100% dan fly ash sebesar 45% dan kami melakukan terobosan membuat beton ringan dengan high volume fly ash (hvfa). Kelebihan dari tim kami dari ketujuh beton finalis tidak ada yang masuk tepat 18 MPa, akan tetapi beton tim kami yang paling mendekati yaitu 18,11 MPa dan berat volume kami juga masuk dalam kriteria yang telah ditentukan," gamblang Niken.

Mahasiswa-Teknik-Sipil-Poliwangi.jpg

Niken menuturkan, pelaksanaan lomba dimulai dari tahap seleksi proposal dan video yang dinilai dari mix design Rancangan Anggaran Biaya (RAB) serta berat volume pada tanggal 29 Juni 2019. Kemudian tahap presentasi dan uji kuat tekan dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2019 di Universitas Negeri Malang sekaligus penilaian akhir dan penentuan pemenang.

Kabar gembira ini pun disambut bahagia oleh semua pihak civitas Kampus Poliwangi. Tak terkecuali apresiasi yang mendalam oleh Mirza Ghulam Rifqi selaku koordinator Prodi Teknik Sipil Poliwangi.

"Kami berharap ke depannya mahasiswa Sipil Poliwangi bisa mengukir prestasi pada bidang akademik, namun juga nonakademik. Mahasiswa juga berupaya mengukir prestasi pada lomba-lomba ketekniksipilan tingkat nasional lainnya, terutama pada level lomba yang diselenggarakan oleh Kemenristek Dikti maupun Belmawa," harap Mirza.

Perlu diketahui dalam ajang lomba kuat tekan beton nasional ini terdapat tujuh finalis yang terseleksi pada tahap sebelumnya. Di antaranya dari Poliwangi, ITS, Universitas Dharma Andalas, Universitas Negeri Malang, Universitas Surakarta, dan Universitas Sebelas Maret.

Kemudian dari ketujuh finalis didapatkan juara pertama diraih oleh Tim Using Jinggo dari Poliwangi, disusul juara kedua Tim Doremi Cube dari Universitas Muhamadiyah Surakarta, dan juara ketiga Tim SS02 Arya Jaya dari Universitas Sebelas Maret. (*)

Jurnalis : Roghib Mabrur
Editor : Dody Bayu Prasetyo
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Banyuwangi

Komentar

Registration