Sabtu, 21 September 2019
Peristiwa - Daerah

Seminar Silatnas BEM Pesantren 2019, Mahasiswa Berperan dalam Revolusi Industri 4.0

Seminar Silatnas BEM Pesantren 2019, Mahasiswa Berperan dalam Revolusi Industri 4.0 Seminar Silatnas BEM Pesantren 2019 di IAIDA Blokagung Banyuwangi. (FOTO: Agung Sedana/TIMES Indonesia)
Minggu, 25 Agustus 2019 - 15:57

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Institut Agama Islam Darussalam (IAIDA Blokagung Banyuwangi) menggelar seminar Silatnas BEM Pesantren 2019. Dalam acara halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia itu, mahasiswa digadang memegang peran kunci dalam mewujudkan revolusi industri 4.0, Minggu (25/8/2019).

Menghadirkan Kementerian ESDM dan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) sebagai narasumber, seminar bertajuk era industri digital tersebut mendapatkan apresiasi dari ratusan peserta.

Presiden FSPPB Arie Gumilar, melalui Wawan Darmawan memaparkan, dalam era modernisasi saat ini, dunia industrial di Indonesia mengalami perubahan yang sangat signifikan. Saat ini, basis digital menjadi pemuncak perubahan dalam revolusi industri.

Seminar-Silatnas-BEM-Pesantren-2.jpg

Terutama dalam industri 4.0 yang saat ini menjadi kunci revolusi perekonomian masyarakat indonesia. Yakni berupa model layanan dan bisnis berbasis keandalan dan produktivitas berkelanjutan. Dimana generasi muda yang akan menjadi tombak utama, dengan kemampuan SDM berbasis internetnya.

"Itu semua menunjukkan bahwa Indonesia bisa ciptakan perusahaan besar dan punya potensi. Mereka memiliki kesempatan untuk meng-create pekerjaan baru dengan menciptakan efisiensi di berbagai bisnis model," kata Wawan.

Dia juga percaya, kedepannya generasi muda terutama dari sisi mahasiswa akan mampu menjadi inovator baru. Terlebih zaman sekarang, dimana setiap individu sudah kenal akrab akan teknologi.

"Mahasiswa tentunya sudah familiar dengan teknologi. Mereka terbiasa mengkases informasi melalui layar kaca. Mereka tahu, bisa merekam dan pelajari lebih cepat, bahkan sebelum mereka bisa bicara. Ini suatu yang luar biasa," katanya.

Selaras dengan pernyataan di atas, Menteri ESDM Ignasius Jonan melalui perwakilannya Dr. Ir. Herianto memiliki harapan yang sangat luas terhadap peran mahasiswa, sebagai calon intelektual yang akan mengambil langkah dalam revolusi industri 4.0 tersebut.

Seminar-Silatnas-BEM-Pesantren-3.jpg

Diharapkannya, dalam revolusi industri 4.0 ini tidak hanya menjadi sebuah pembahasan dalam seminar semata. Namun, dalam kenyataannya setiap orang harus berusaha mewujudkannya. Dimana, para mahasiswa santri seperti inilah yang termasuk bagian dalam mesin penggerak revolusi tersebut.

Dirinya menekankan bahwa saat ini Revolusi Industri 4.0 sudah datang dan tidak bisa dihindari. Hanya tinggal bagaimana menyikapi dan memanfaatkannya guna kemajuan perekonomian masyarakat Indonesia.

Agar dapat bersaing pemerintah saat ini bergerak dinamis untuk mengimbangi perkembangan dunia yang begitu cepat, tak terkecuali di sektor ESDM. Seiring berjalannya revolusi industri 4.0 pemerintah akan memfokuskan pada pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Hingga kendaraan listrik sebagai salah satu komponen bisnis yang mempermudah pekerjaan.

"EBT dan kendaraan listrik merupakan bagian dari kegiatan yang akan menjadi tren di Indonesia hingga 25 tahun ke depan," kata Direktur Konservasi Energi Kementerian ESDM itu.

Tidak hanya seminar bertajuk revolusi industri 4.0 saja, Institut Agama Islam Darussalam (IAIDA Blokagung Banyuwangi) juga akan menggelar seminar lain untuk peserta Silatnas BEM Pesantren 2019. Temanya, revolusi sistem pendidikan nasional SAINS dan teknologi menuju Indonesia maju. (*)

Jurnalis : Agung Sedana
Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Banyuwangi

Komentar

Registration