Senin, 23 September 2019
Wisata

Gelaran Perdana Festival Jathilan Bromo Hipnotis Wisatawan

Gelaran Perdana Festival Jathilan Bromo Hipnotis Wisatawan Festival Jathilan di Jiwa Jawa Resort, Bromo, Probolinggo. (FOTO: Happy/TIMES Indonesia)
Minggu, 25 Agustus 2019 - 16:02

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Gelaran perdana festival jathilan Bromo, sukses membius ribuan pasang mata wisatawan. Perpaduan antara dinginnya suhu Bromo, dengan gerakan tarian yang enerjik, menciptakan suasana baru. Alunan musik gamelan yang dimainkan pun, semakin menambah indahnya harmonisasi antara alam dan budaya Indonesia itu.

Dalam festival jathilan bromo kali ini, setidaknya ada empat penampilan utama. Di antaranya dari jathilan Probolinggo, Temanggung, Yogyakarta dan Sleman. Ada tantangan tersendiri, bagi para peserta jathilan. Mulai dari penari, sampai sinden pembawa lagu pengiring dalam jathilan. Saat tampil di festival jathilan Bromo.

Suhu dingin kawasan amphiteater terbuka jiwa jawa resort, yang berketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut, membawa suasana berbeda bagi para penampil. Rasa grogi dan percaya diri masing-masing peserta, menjadi hal yang harus ditaklukkan.

“Persiapan sudah dilakukan tiga minggu sebelum acara. Kalau di lokasi ini, sejak datang sudah harus membiasakan diri lepas jaket. Agar tidak merasakan dingin,” ujar salah satu penari jathilan, Silih Wigaringtyas, Minggu (25/8/2019).

Sebagai informasi, seni jathilan sendiri, merupakan tarian dengan properti mirip kuda-kudaan. Seiring berjalannya waktu, seni jathilan terus berkembang dan memiliki banyak versi. Ada yang bercerita tentang perlawanan warga pribumi melawan para penjajah. Atau pasukan kerajaan mataram yang berjuang melawan siluman.

Pada intinya, jathilan menggambarkan pasukan berkuda yang gagah perkasa. Berjuang melawan angkara murka, yang digambarkan sebagai penjajah maupun musuh dengan niat jahat. Gelaran perdana festival jathilan bromo inipun, sukses membius ribuan pasang mata yang hadir. Mulai dari masyarakat lokal, sampai turis asing yang berkunjung ke kawasan Bromo untuk berlibur.

“Menurutku ini merupakan festival terbaik. Antara penyanyi maupun penari. Bagi kami, ini sesuatu yang baru, sangat baru. Karena kami juga baru pertama kali datang ke Indonesia,” kata Turis Belgia, Rubben, dalam bahasa asing.

Festival ini, rencananya akan digelar sebagai even tetap setiap bulannya. Sehingga turis yang berkunjung di bromo, bisa lebih lama tinggal dan bisa menyaksikan kesenian tradisional ini. Sebagai salah satu destinasi wisata baru, saat berkunjung ke bromo, Probolinggo. (*)

Jurnalis : Happy L. Tuansyah
Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Probolinggo

Komentar

Registration