Pendidikan

Di Wisuda Unisla, PBNU: Perguruan Tinggi Harus Perkuat Infrastruktur Mutu

Di Wisuda Unisla, PBNU: Perguruan Tinggi Harus Perkuat Infrastruktur Mutu Ketua Bidang Pendidikan PBNU, Dr H A Hanief Saha Ghofur (kiri), memberikan sebuah buku kepada Rektor Unisla, Sabtu (24/8/2019). (FOTO: MFA Rohmatillah/TIMES Indonesia)
Sabtu, 24 Agustus 2019 - 15:22

TIMESINDONESIA, LAMONGAN – Di momen wisuda Universitas Islam Lamongan (Unisla), Ketua Bidang Pendidikan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Dr H A Hanief Saha Ghofur, menyebut perguruan tinggi harus memiliki dan mengimplementasikan manajemen mutu untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. 

Menurut Ghofur, perguruan tinggi tidak akan dapat menelurkan SDM unggul jika peningkatan mutu pendidikan hanya dibayangkan berdasarkan teori dan pikiran, tapi tidak mampu mengimplementasikan.

"Jadi perguruan tinggi itu harus melakukan penguatan infrastruktur mutu dan Infrastruktur mutu harus betul-betul diimplementasikan di segala lini. Bukan hanya sekedar penjaminan mutu dan akreditasi, tapi sampai ke lini paling bawah," ucapnya, Sabtu, (24/8/2019).

Wisuda-Unisla-B.jpg

Lebih lanjut, Ghofur menjelaskan, Infrastruktur mutu terdiri dari beberapa bagian, di antaranya ada pondasi mutu, arsitektur mutu, ada pilah mutu dan ada atap mutu.

"Nah pondasi mutu itu adalah pendidikan karakter, seperti nilai budaya, komitmen mutu, itu semua adalah karakter. Tapi kalau infrastruktur mutu itu mulai penjaminan dan akreditasi," ujarnya.

Kenapa mutu? Ia menyebut titik tekan pada peningkatan mutu sesuai dengan harapan Presiden Joko Widodo, yakni SDM unggul, Indonesia maju. “Jadi SDM unggul itu adalah SDM yang bermutu, sehingga harus ada manajemen mutu yang terimplementasikan dengan baik,” katanya. 

Wisuda-Unisla-C.jpg

Lebih jauh, Ghofur pun berharap ke depan Unisla sebagai kampus yang menduduki rangking 409 dari 4669 perguruan tinggi negeri dan swasta ini, mampu mengimplementasikan manajemen mutu agar dapat menelurkan SDM yang unggul.

"Pimpinan Unisla sudah punya komitmen mutu, selanjutnya harus menerjemahkan itu sampai ke lini bawah, terutama infrastruktur mutu," ucap Ghofur.

Ghofur yakin, Unisla memiliki masa depan cerah, apabila mampu memperkuat mutu dan pendidikan karakter. Bahkan, Unisla perlu melengkapi dengan akreditasi internasional seperti yang telah dilakukan oleh sejumlah universitas Islam lainnya.

"Alhamdulillah universitas-universitas Islam sudah banyak bermunculan akreditasi internasional. Jadi Unisla harus didorong terus untuk memiliki prestasi akreditasi internasional," kata Ghofur, Ketua Bidang Pendidikan PBNU sekaligus dosen Pascasarjana Universitas Indonesia. (*)

Jurnalis : MFA Rohmatillah
Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Lamongan

Komentar

Registration