Sabtu, 21 September 2019
Kopi TIMES

Mewujudkan Kewajiban Orang Tua

Mewujudkan Kewajiban Orang Tua Prof Dr Rochmat Wahab
Jum'at, 23 Agustus 2019 - 10:10

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Menjadi orang tua merupakan dambaan bagi insan yang berkeluarga. Karena itu yang belum diberi amanah anak, berusaha untuk mengangkat anak dengan tujuan mulia. Tentu menjadi orang tua yang sempurna bisa dicapai, jika mampu mewujudkan tugas, kewajibannya, dan tanggung jawabnya sebagai orangtua. Banyak rujukan yang bisa dijadikan pedoman untuk mewujudkan kewajiban orangtua.

Berdasarkan Hadits Rasulullah saw, yaitu “Haqqul waladi ‘alaa waalidihi an yuhsinasmahu wa adabahu wa an yu’allimahu al kitaabata wa alsibaahata wa alrimaayata wa an zuqahu illaa thayyiban wa an yuzawwijahu idzaa adraka (HR Al Hakim), yang artinya “Kewajiban orang tua terhadap anaknya ialah: (1) memberi nama yang baik, (2) membaguskan (mengajar) akhlaknya, (3) mengajar baca tulis, (4) mengajar renang, (5) mengajar memanah dan menembak, (6) memberi makan dan minum yang hala, dan (7) menjodohkannya (menikahkan) bila telah dewasa dan orang tua mampu.”

Seiring dengan Hadits tersebut di atas, QS Lukman:12-19, QS At Tahrim:6, dan QS, Toha:132, menegaskan bahwa kewajiban dan tanggung jawab orang tua terhadap anak, di antaranya: (1) Menjaga dan menjamin kesehatan, keselamatan dan keamanan, (2) Memberi nama yang baik, (3) Memberi  makan dan minum yang halal dan baik, (4) Memberi pakaian dan tempat tinggal, (5) Beraqiqah pada hari ketujuh dari kelahirannya, (6) Mendidik Tauhid sedini mungkin, (7) Menghitankan, (8) Membaguskan akhlaqnya, (9) Mengajar baca dan tulis, terutama huruf Al Qur-an, (10) Membimbing Shalat dan Ibadah lainnya, (11) Memberikan pelajaran tentang berbagai pengetahuan untuk kehidupan, (12) Memberikan kecakapan hidup (keterampilan), (13) Melatih dan mengajar renang dan memanah (pendidikan jasmani), (14) Memberikan bantuan keuangan, (15) Menikahkan, dan (16) Memberi atau meninggali harta (jika ada).

Rochmat-Wahab.jpg

Kewajiban-kewajiban tersebut harus dijadikan kebutuhan, bahkan bisa sebagai wujud pertanggungjawaban kepada Allah swt. Baik Ayah maupun Ibu, bahkan pembantu sekalipun ketika rumah ditinggal oleh Bapak dan Ibu, memiliki tanggung jawab masing-masing dan harus dipertanggungjawabkan kepada Allah swt dengan tulus dan ikhlas. Orang tua juga berkewajiban melindungi hak-hak anak  dan berbagai kekerasan yang menimpa atau mengancam anak sampai cukup dewasa, hingga lepas dari orang tua.

Selanjutnya orang tua juga berkewajiban memastikan kesejahteraan anak lahir dan batin, sehingga anak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Juga yang sangat penting orang tua tidak pernah berhenti memberikan kasih sayangnya sesuai dengan kondisi dan konteksnya. Demikian pula orang tua perlu terus menjaga dirinya bisa hadir menjadi inspirasi bagi anak, sehingga orangtua selalu hadir dalam hidup anak.

Jika memperhatikan kewajiban dan tanggung jawab orangtua itu sangatlah ideal. Bisa juga tidak mudah mewujudkan, karena ada potensi cukup banyak masalah yang tidak bisa diabaikan. Menurut Ahmad Suryansah (2018) bahwa hambatan-hambatan yang kemungkinan bisa dialami orang tua di antaranya, (1) kondisi ekonomi orang tua, (2) munculnya rasa kurang percaya diri, (3) kesenjangan generasi, (4) kesibukan orang tua,  dan (5) norma dan nilai budaya. Selain itu yang bisa terjadi di era dewasa ini bahwa orang tua pendidikan kurang, komunikasi antara orang tua dan anak kurang, wawasan orang tua tentang mendidik dan mengasuh anak kurang, kurangnya orang tua memberikan keteladanan dalam pengamalan agama, pengaruh negatif yang kuat  dari pergaulan anak dan masuknya pengaruh jelek dari internet dan medsos yang membuat anak berperperilaku terhadap orang tua.

Untuk mewujudkan kewajiban dan tanggung jawab orang tua yang total dan berkesinambungan, maka orang tua perlu terus ingat tanggung jawab kepemimpinan dalam rumah tangga yang akan dimintai pertanggungjawaban dari Allah swt. Juga orang tua wajib menyelamatkan diri dan keluarganya dari ancaman siksa api neraka. Orang tua harus yakin bahwa perubahan apapun yang akan terjadi di dunia ini, semuanya bisa direspon dengan bersumber pada Al Qur-an dan Hadits, serta sumber-sumber agama lainnya. Orang tua perlu terus berusaha menciptakan BAITII JANNATII.

Demikian sekedar catatan kecil, bagaimana kita sebagai orang tua bisa emban amanah dari Allah swt dengan sebaik-baiknya. Amanah yang berat dan menyenangkan. Menjadikan anak dan rumah sebagai jalan menuju surga Allah swt. Semoga Allah swt selalu memberikan kekuatan kita semua untuk menjalankan amanah ini dan mampu memberikan warisan kebaikan untuk anak cucu ilaa yaumil qiyaamah. Aamiin. (*)

 

Rochmat Wahab, Yogyakarta

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

Jurnalis :
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration