Peristiwa - Nasional

Percepat Pemulihan, Kemenkominfo Blokir Layanan Data Telekomunikasi di Papua

Percepat Pemulihan, Kemenkominfo Blokir Layanan Data Telekomunikasi di Papua Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu. (FOTO: fsetu.id)
Kamis, 22 Agustus 2019 - 19:43

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memutuskan untuk melakukan pemblokiran sementara layanan data telekomunikasi, mulai Rabu (21/8/2019). Kebijakan ini diambil, dengan pertimbangan untuk mempercepat proses pemulihan situasi keamanan dan ketertiban di Papua dan sekitarnya.

"Pemblokiran berlaku hingga suasana Tanah Papua kembali kondusif dan normal," demikian ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu dalam keterangan pers yang diterima TIMES Indonesia, di Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Sebelumnya Kemenkominfo telah melakukan throttling atau pelambatan akses/bandwidth di beberapa wilayah Papua Barat dan Papua di mana terjadi aksi massa pada Senin 19 Agustus lalu, seperti di Manokwari, Jayapura dan beberapa tempat lain.

Pelambatan akses dilakukan secara bertahap sejak pukul 13.00 WIT dan telah dinormalkan kembali pukul 20.30 WIT hari yang sama menyusul situasi yang sudah kondusif. "Dapat kami sampaikan bahwa tujuan dilakukan throttling adalah untuk mencegah luasnya penyebaran hoaks yang memicu aksi," jelas Ferdinandus.

Sejauh ini, menurut Ferdinandus, Kementerian Kominfo sudah mengindentifikasi 2 hoaks yang tersebar melalui media sosial dan pesan instan. Kedua hoaks itu yakni foto mahasiswa Papua tewas dipukul aparat di Surabaya dan hoaks yang menyebutkan bahwa Polres Surabaya menculik dua orang pengantar makanan untuk mahasiswa Papua.

"Kemenkominfo imbau masyarakat untuk tidak menyebarkan hoaks, disinformasi, ujaran kebencian berbasis SARA yang dapat membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia," tulis Plt. Kepala Biro Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu, dalam siaran persnya Senin (19/8/2019) lalu. (*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration