Ketahanan Informasi

Atasi Kekeringan, ACT Jatim Salurkan 1 Juta Liter Air Bersih ke 25 Kota/ Kabupaten

Atasi Kekeringan, ACT Jatim Salurkan 1 Juta Liter Air Bersih ke 25 Kota/ Kabupaten ACT Jatim didampingi BPBD Pemprov Jatim dan BMKG Melepaskan Keberangkatan Bantuan Air Bersih ke Wilayah Jatim. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
Kamis, 22 Agustus 2019 - 12:54

TIMESINDONESIA, SURABAYAACT menggelar konvoi Humanity Water Tank, Kamis (25/8/2019). Konvoi diberangkatkan dari Masjid Al AKbar Surabaya, Jawa Timur. Aksi ini juga serentak dilakukan di seluruh ACT di Indonesia.

Khusus di Jatim sedikitnya satu juta liter air bersih ditargetkan ACT untuk didistribusikan di Jatim. Ada 25 kabupaten/ kota yang menjadi langganan kekeringan.

Kepala Cabang ACT Jawa Timur Wahyu Sulistianto Putro menyampaikan dampak kekeringan sudah dirasakan masyarakat mulai dari kesulitan air bersih untuk makan dan memasak.

BPBD-Pemprov-Jatim.jpg

"ACT Jawa Timur telah mendistribusikan bantuan air bersih ke berbagai wilayah mulai dari Pacitan, Bojonegoro, Gresik dan Madura. Upaya ini akan dilanjutkan dengan target 1 juta liter dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,"  ungkap Wahyu dalam Konferensi Pers Kekeringan Mematikan ACT Jawa Timur dan Pemberangkatan Humanity Water Tank.

ACT Jawa Timur mengajak masyarakat Jawa Timur bersama-sama mengatasi masalah kekeringan melalui bit.ly/DermawanJatimAtasiKekeringan.

Wahyu mengungkapkan kepedulian masyarakat Jawa Timur akan mempercepat penyelesaian kekeringan. "Mari kita atasi kekeringan di Jawa Timur dengan aksi, yang bisa terjun ke lapangan membantu dengan tenaganya, yang terbatas waktu dan tenaga dapat melalui donasi," ajak Wahyu.

ACT Jawa Timur juga berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kantor Juanda Jawa Timur, dalam mengamati titik-titik di wilayah Jawa Timur yang mengalami bencana kekeringan sehingga penyaluran bantuan tepat sasaran.

Dari BMKG Kantor Juanda Jawa Timur Teguh Tri Susanto selalu Kepala Seksi Data dan Informasi, memaparkan kondisi cuaca dan iklim di Jawa Timur.

"Puncak kekeringan terjadi pada Agustus dan September masih belum akan ada hujan, berdasar analisis BMKG penghujan akan baru terjadi di bulan Nopember," ujarnya.

Sementara itu Suban Wahyudiono Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur, menyatakan hampir di setiap musim kemarau Jawa Timur mengalami kekerangan kurang lebih 24 kabupaten/kota berpotensi mengalami kekeringan kritis.

"Penanganan masalah kekeringan harus pentahelix atau melibatkan seluruh elemen masyarakat, kontribusi ACT Jawa Timur dalam membantu mengatasi masalah kekeringan ini patut kita apresiasi," tambah Suban.

Kolaborasi program ACT dan stakeholder yang berupa program pemberdayaan masyarakat, pembuatan sumur resapan, pembuatan embung merupakan program jangka panjang yang akan menjadi solusi untuk mengatasi kekeringan di masa mendatang. (*)

Jurnalis :
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration