Senin, 23 September 2019
Peristiwa - Internasional

Mahasiswa Asing Program UM iCamp Belajar Menari di Desa Peniwen Kabupaten Malang

Mahasiswa Asing Program UM iCamp Belajar Menari di Desa Peniwen Kabupaten Malang Mahasiswa asing program UM iCamp saat menari tradisional (FOTO: Binar Gumilang/TIMES Indonesia)
Kamis, 22 Agustus 2019 - 02:35

TIMESINDONESIA, MALANG – Keseruan program UM iCamp yang diikuti puluhan mahasiswa asing di Desa Wisata Budaya Peniwen, Kabupaten Malang, terus berlanjut, Selasa, (21/8/2019).

Sehari sebelumnya mereka belajar membatik, kali mahasiswa asing dari berbagai negara ini belajar menari tradisional. Selain itu, mereka juga mencoba aneka permainan tradisional.

Para mahasiswa asing ini tampak antusias belajar menari tradisional dari berbagai daerah di Nusantara ini. Ada yang menari jaipong, tari Bali, hingga tarian kuda lumping.

Meski baru pertama kali, mereka tampak luwes serta kompak dalam menari tradisional tersebut. Usai menari, mereka juga mencoba aneka permainan tradisional khas 17 Agustusan.

Diantaranya, enggang dan gepuk bantal yang berlangsung antuasias. Dalam kesempatan itu, mahasiswa asing juga berkesempatan merasakan sensasi belanja di Pasar Sorbon.

Yakni pasar Isor Kebon atau pasar di bawah pohon. Mereka juga sangat tertarik mengicipi berbagai macam jajanan pasar tradisional.

"Untuk hari ini, mereka kami ajak untuk belajar menari dan mencoba aneka permainan tradisional," ujar tim pelaksana staf Kantor HI UM Goria Hardiningsih kepada TIMES Indonesia.

Lebih lanjut dia dia menjelaskan, seluruh aktivitas bernuansa tradisional ini, dijalani dengan antusias oleh seluruh mahasiswa asing.

"Tentunya ini suatu yang baru bagi mereka. Karena di negaranya belum ada kegiatan semacam ini," ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan ini nantinya akan dikenal mahasiswa asing ketika kembali di negaranya masing-masing.

"Mereka bisa cerita ada yang menarik di Indonesia khususnya di Kabupaten Malang ini," tuturnya.

Selanjutnya dia berharap melalui program UM iCamp yang bekerja sama dengan Disparbud Kabupaten Malang ini, akan semakin mengangkat budaya Indonesia di mata dunia internasional. (*)

Jurnalis : Binar Gumilang
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Registration