Kamis, 19 September 2019
Peristiwa - Daerah

Dengan Surat Cinta, KOPRI Banyuwangi Minta Anggota DPRD Terlantik Tidak Lupakan Janji Manis

Dengan Surat Cinta, KOPRI Banyuwangi Minta Anggota DPRD Terlantik Tidak Lupakan Janji Manis Ketua KOPRI Banyuwangi, Ainur Rizqiyah. (Foto: Ainur Rizqiyah for TIMES Indonesia)
Rabu, 21 Agustus 2019 - 11:18

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Sebagai ucapan selamat dan syukur, Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (KOPRI) Banyuwangi, menulis surat cinta terbuka kepada seluruh anggota DPRD Bumi Blambangan terlantik. Selayak perempuan pada umumnya, disitu mereka meminta para wakil rakyat tidak melupakan janji-janji manisnya.

“Kami berharap agar wakil rakyat melalukan sesuai dengan apa janjinya, dapat melaksanakan tugas, serta memperhatikan rakyat kecil,” begitu tertulis.

Surat yang ditanda tangani oleh Ketua KOPRI Banyuwangi, Ainur Rizqiyah, menceritakan bahwa pesan sekaligus harapan tersebut adalah hasil blusukan dan tatap muka dengan sejumlah elemen masyarakat. Mulai dari kalangan petani, nelayan, hingga guru honorer.

Saat dihubungi TIMES Indonesia, Rizqi, sapaan akrab Ainur Rizqiyah, menyebut salah satu yang disambangi KOPRI Banyuwangi adalah masyarakat nelayan Muncar. Disitu yang paling dikeluhkan adalah air limbah serta sampah.

“Sudah sekian lama warga menunggu adanya tindakan untuk dua hal besar yang membuat kehidupan warga tidak nyaman,” katanya, Rabu (21//2019).

Nasib guru honorer, lanjutnya, juga perlu menjadi prioritas perjuangan para wakil rakyat Banyuwangi. Selain terbilang sering menjadi tema menawan dalam janji kampanye para anggota DPRD, dan harusnya ditepati, guru dinilai sebagai profesi pendongkrak kemajuan bangsa dan negara.

“Kita tahu bahwa dari pendidikan tercipta generasi penerus bangsa dengan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, jadi kesejahteraan guru sangat penting untuk diperhatikan,” ungkapnya.

Rizqi menilai harus ada terobosan dalam kebijakan wakil rakyat yang baru untuk memperhatikan kesejahteraan guru honorer. Karena diakui atau tidak, tingkat kesejahteraan mampu mempengaruhi semangat guru dalam mendidik generasi penerus.

“Dari kalangan petani, banyak keluh kesah tentang sulitnya mendistribusikan hasil panen dengan harga yang sesuai serta masih terdapat infrastuktur irigasi yang kurang memadai,” cetus Rizqi.

Dengan kondisi tersebut, Ketua KOPRI Banyuwangi meminta para wakil rakyat untuk lebih sering turun menyapa dan menggali aspirasi masyarakat. yang tak kalah penting, seluruh anggota DPRD Banyuwangi, diharap tidak melupakan janji manisnya dimasa kampanye Pileg 2019. (*)

Jurnalis : Syamsul Arifin
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Banyuwangi

Komentar

Registration