Sabtu, 21 September 2019
Pemerintahan

Soal Mahasiswa Papua, PMII Kota Malang Tuntut Pemerintah Gelar Dialog Terbuka

Soal Mahasiswa Papua, PMII Kota Malang Tuntut Pemerintah Gelar Dialog Terbuka Ketua Umum PC PMII Kota Malang, Sena Kogam.
Selasa, 20 Agustus 2019 - 07:26

TIMESINDONESIA, MALANG – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII Kota Malang) menuntut pemerintah terkait yakni Semarang, Kota Malang, Surabaya dan Pemprov Papua dan Papua Barat menyikapi persoalan mahasiswa asal Papua yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia.

Pernyataan tersebut dilontarkan Ketua Cabang PMII Kota Malang, Sena Kogam, untuk mengetahui duduk perkaranya secara jelas dan detail. Ia berharap konflik ini segera dituntaskan supaya kondisi sosial dan politik bisa diredam, kondisi Indonesia damai.

“Saya menuntut kepada pihak yang berwenang untuk bisa diusut tuntas, agar rasis yang sudah menyebar di mayarakat hari ini bisa dihentikan,” tegasnya, Senin (19/8/2019) malam, di Kantor Cabang PMII Kota Malang, di Jalan Meyjend Panjaitan No 164 Kota Malang.

Ia juga prihatin dan turut empati atas insiden konflik mahasiswa asal Papua di Kota Surabaya yang menyebabkan disintegrasi sosial. Soal rasisme, pihaknya menegaskan bahwa isu tersebut harus segera dihentikan dan masyarakat harus bisa menahan diri terutama persoalan menyikapi persoalan yang belum diketahui duduk perkaranya.

Pemuda asal Kota Gresik itu juga berharap masyarakat Indonesia terutama kepada seluruh kader PMII Kota Malang agar tidak terpengaruh informasi hoaks yang cenderung memperkeruh suasana.

Ia mencium adanya oknum-oknum yang menunggangi supaya membuat kekacauan dan keributan di Indonesia. Hal terseut tentu untuk kepentingan memecah belah persatuan bangsa Indonesia yang sejatinya sudah lama hidup rukun di tengah perbedaan.

“Masyarakat terutama kader PMII harusnya cerdas dan bijak dalam mencerna informasi di media sosial. Saring sebelum sharing,” pungkas Sena.

Dalam keterangan rilisnya, PC PMII Kota Malang menyampaikan beberapa poin, diantaranya: PC PMII Kota Malang turut empati terhadap konflik mahasiswa Papua di Surabaya, Semarang dan Kota Malang.

PC PMII Kota Malang juga menolak tegas segala bentuk tindakan rasisme, represivitas, dan provokasi dari oknum tertentu yang berpotensi menimbulkan disintegrasi bangsa.

"PC PMII Kota Malang mendesak pemerintah pusat hingga daerah untuk segera melakukan rekonsiliasi dan dialog terbuka dengan pihak-pihak terkait. PC PMII Kota Malang mengimbau seluruh masyarakat Indonesia, terutama kader PMII Kota Malang agar tidak terpengaruh terhadap berita-berita negatif yang tidak bertanggung jawab dan mengakibatkan perpecahan.

“Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus segera melakukan rekonsiliasi atau dialog terbuka untuk memberikan pemahaman kepada khalayak ramai terkait duduk perkara insiden mahasiswa asal Papua,” pinta Ketua Cabang PMII Kota Malang itu. (*)

Jurnalis : Mohammad Naufal Ardiansyah
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Registration