Pendidikan

Semarakkan HUT ke-74 RI, Mahasiswa Indonesia Timur Ikuti Pelatihan Batik Tulis

Semarakkan HUT ke-74 RI, Mahasiswa Indonesia Timur Ikuti Pelatihan Batik Tulis Mahasiswa KKN Unmer Malang saat membikin batik tulis di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. (Foto: Istimewa)
Selasa, 20 Agustus 2019 - 00:19

TIMESINDONESIA, MALANG – Dalam rangka menyemarakkan HUT ke-74 RI, ibu-ibu perwakilan tiap RW se-desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang mengikuti pelatihan batik tulis bersama mahasiswa KKN Universitas Merdeka Malang (Unmer) yang didominasi mahasiswa dari Indonesia Timur, Senin (19/8/2019).

Selain pelatihan batik tulis, forum edukatif ini menggelar bazar produk unggulan dari RW 10. Peserta menggores canting dengan meliuk-liuk di atas kain putih yang sudah berpola dengan keterampilan masing-masing.

“Pelatihan kali ini sangat berbeda. Selain pesertanya masyarakat perwakilan tiap RW, momentumnya juga masih suasana HUT ke-74 RI. Istimewanya, ada adik-adik mahasiswa dari Unmer yang kebanyakan dari Indonesia Timur,” ujar owner Batik Lintang, Ita Fitriyah kepada TIMES Indonesia.

Di tengah isu perpecahan dan kerusuhan yang terjadi di Papua (Indonesia Timur), acara seperti ini dinilai sebagai bukti bahwa generasi muda asal Indonesia Timur, khususnya Papua ternyata menjalankan agenda kuliahnya dalam kondisi aman dan penuh keriangan.

“Kebetulan kami dari NTT. Kami sangat senang mendapatkan ilmu dari KKN dan pelatihan ini,”kata Margareth yang merasa jatuh cinta dan ketagihan dengan membatik.

Turut hadir dalam acara ini LPPM Unmer, Andik Poerwanto Soedjatmiko, Kepala Desa Ngijo, Mahdi Maulana dengan didampingi Manajer Marketing Batik Lintang, D. Indra.

Sebagai perwakilan kampus, Andik berjanji kegiatan ini bakal berjenjang dan tidak berhenti pada KKN Mahasiswa saja.

“Kita akan pelajari dan dalami dari KKN ini. Kami harap pengabdian ini menjadi awal bagi Unmer untuk memajukan desa yang sesuai dengan tema kemerdekaan yaitu memajukan Indonesia, unggul sumber daya manusianya,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kerjasama ini ke depan akan dilakukan secara komprehensif baik melalui desa maupun langsung ke Batik Lintang. Pihaknya menyampaikan ketakjubannya atas inisiatif yang dilakukan secara kolaborasi ini.

Menurut Andik, dengan membuat motif bunga Tlogosari yang sekarang semakin langka pohonnya, akan menjaga kelestarian tanaman Tlogosari. Hal ini katanya bukan hanya berbicara tentang batik.

“Ini bener-bener hebat. Sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui. Jangan sampai anak cucu kita hanya tahu cerita tentang bunga Tlogosari,” kata Andi sambil memuji Batik Lintang yang mengangkat motif asli daerahnya.

Kepala Desa Ngijo, Mahdi Maulana turut mengapresiasinya dengan memberikan uang 1 juta sebagai hadiah untuk hasil batik yang dinilai bagus secara berurutan terbaik pertama hingga ketiga. Tak hanya itu, Kades itu juga memborong kain batik dengan motif Tlogosari.

Ita Fitriyah selaku owner Batik Lintang menilai mahasiswi Unmer yang juga peserta KKN dinilai mampu membuat batik tulis yang bagus. Bahkan, mereka meraih juara ketiga. “Saya berharap tidak hanya saat KKN membatiknya namun ilmu ini bisa di bawa ke daerah masing-masing asal syukur-syukur jika bisa jejaring dengan kami disini,” ujar Ita kepada mahasiswa KKN yang didominasi dari Indonesia Timur itu. (*)

Jurnalis : Mohammad Naufal Ardiansyah
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Registration