Sabtu, 21 September 2019
Peristiwa - Daerah

Lembaga Keumatan Kristen DIY Keluarkan Pernyataan Sikap

Lembaga Keumatan Kristen DIY Keluarkan Pernyataan Sikap Lembaga Keumatan Kristen DIY ketika membacakan pernyataan sikap. (FOTO: Dwijo Suyono/TIMES Indonesia)
Senin, 19 Agustus 2019 - 18:37

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTALembaga Keumatan Kristen Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyampaikan pernyataan sikap menanggapi berbagai persolan bangsa, termasuk tentang toleransi yang dapat memicu perpecahan persatuan bangsa.

Lembaga yang menyampaikan penyataan sikap tersebut yaitu Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI), Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

“Dalam catatan yang ada, kasus kekerasan yang berlatar belakang agama dari tahun 2018 hingga 2019 cenderung meningkat. Secara kuantitatif dan kualitatif kasus kekerasan mulai dari peristiwa kekerasan penyerangan fisik, munculnya kesepakatan warga yang diskriminatif untuk menolak umat beragama lain agar bisa tinggal di suatu daerah dan masih banyak kasus lainnya pula,” kata Ketua DPD PIKI DIY, Bambang Prastowo di Yogyakarta, Senin (19/8/2019).

Menurut Bambang, banyak persoalan di tanah air yang belum terpecahkan secara optimal. Jika dibiarkan, kecenderungan persoalan seperti ini akan menjadi ancaman terhadap Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

Sikap Lembaga Keumatan Kristen DIY tertuang dalam 5 butir. Yakni, mendukung Presiden RI untuk melindungi semua warganya.

“Mendorong aparat keamanan dan Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat menjalankan fungsinya secara adil dan merata. Mendorong pemerintah DIY untuk dapat berperan secara pro aktif dalam upaya mensejahterakan masyarakat,” terang Bambang.

Sekretaris GAMKI DIY Dwi Purnama menjelaskan, pada dasarnya umat Kristen yang mengikuti ajaran kasih pasti akan memaafkan apa yang menimpa umat.

“Karena itu, kami menyerukan kepada umat Kristen untuk tidak melawan dan menyerahkan sepenuhnya persoalan yang terkait agama kepada aparat penegak hukum,” kata Ketua GMKI Yogyakarta, Yohanes Masudede saat menyampaikan pernyataan sikap bersama Lembaga Keumatan Kristen DIY. (*)

Jurnalis : Dwijo Suyono
Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Yogyakarta

Komentar

Registration